AES09 Belajar Menulis dari BA(K)SO
Posted by Fifin Agustini S on June 4, 2021 at 9:29pm
B-A-K-S-O atau B-A-S-O ?
Tergantung...
Pokoknya kalian tau yang saya maksud, kan...
ヽ(^。^)ノ
Tulisan ini terinspirasi dari bekal makan siang tadi, saya bawa bekal baso buatan mama mertua. (saya ga pernah masak, kecuali kalo lagi pengen banget)
Ngomong-ngomong soal baso, kalian tau ga baso yang paling enak di Bandung?
Saya tanya suami, jawaban dia baso Unyil dan baso Serayu. Berbeda dengan Mama mertua saya yang lebih suka baso kampung mamang-mamang yang lewat depan rumah, tapi mamangnya harus mamang yang itu. Saya sendiri suka baso Pak Gatot, pokonya kalo ngebaso, harus baso Pak Gatot. (^o^)
Saya lebih suka baso bening pake cuka dan cenderung asin. Suami lebih suka baso pedas dengan kecap yang kental, kuahnya sampai berwarna hitam.
Baso versi kalian yang seperti apa? Rasanya gimana? Jawabannya pasti beda setiap orang…
Itu kan relatif, Fin… Semua orang punya selera yang berbeda. YES!!! Exactly!!!
Saya menganalogikan proses menulis sama dengan makan baso… Ga bisa disamain, dan ga bisa dipaksa untuk sama dengan orang lain, ini masalah selera…
Selera yang saya maksud disini adalah 'style'.
Masing-masing orang punya gaya penceritaan yang unik, berbeda dengan orang lain. Setiap tulisan akan mencerminkan karakter penulisnya. (beberapa kali saya sisipkan pesan ini dalam tulisan saya sebelumnya)
Kalau kalian masih berpikir dan terus berpikir tulisan saya bagus atau tidak, tulisan saya nanti dibaca orang atau tidak, ina ini ina itu… Kapan mulai nulisnya… Mulai aja dulu!!!
Mulai menulis dari hal yang paling diminati,, hal sederhana yang ditemukan dalam keseharian,, jika sudah menemukan pola nanti akan lebih mudah menuangkan ide/gagasan penceritaan dalam bentuk tulisan.
Balik lagi ke baso... Pernah ada yang iseng hitung diameternya baso ga? Bulat iya, tapi ga presisi ya... Ga ada baso yang bulatnya sempurna...
Sama dengan tulisan, ga ada tulisan yang sempurna... Balik lagi ke 'selera'.
Mulai aja dulu...
Malam gini makan baso enak kali ya.... \(^o^)/
(*˘︶˘*).。.:*
Salam,
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Memasak Pelan-Pelan: Dapur Tradisional, Ritme Hidup, dan Pendidikan Rasa
Aku berdiri di depan hawu, memperhatikan api kayu yang perlahan menyala.Tidak ada suara klik tombol, tidak ada layar digital, tidak ada notifikasi yang mendesak.Hanya bunyi kayu terbakar, aroma daun pisang, dan gerak tangan yang sadar. Bersama Wa Asep dan Wa Eli dari Pamolahan Sangkuriang, aku bela…

AES93 Menulis Surat dari Hati
"This isn't contest from the head but gift from the heart." (Don't Sweat the Small Stuff: 58) Di era digital ini, di mana pesan instan dan email mendominasi komunikasi kita, ada sesuatu yang sangat pribadi dan berharga tentang menulis surat tangan. "Once a Week, Write a Heartfelt Letter" bukan hany…

AES74 6 Pelajaran Hidup dari Biji Kopi – Mengenal Jon Gordon dan Damon West
Apakah kamu pecinta kopi, penikmat kopi, atau ahli dalam dunia per-kopi-an? Jenis kopi apa yang kamu suka? Sebagai penikmat kopi, saya hanya tahu mana kopi yang kurang enak, enak, dan enak banget. Paling juga tanya-tanya sedikit dari orang lain yang lebih paham tentang jenis biji kopinya, dan senan…
