AES090 Marah

Marah merupakan manifestasi dari perasaan sedih, kecewa dan takut yang diabaikan.
Aku mendengarnya dari seorang psikolog pada sebuah video pendek. Aku lupa siapa namanya, terlalu fokus dengan materi yang dibawakan. Seperti nonton film yang isinya kita cermati betul namun lupa judulnya. Begitulah kita, memori kita memilih mana informasi yang akan disimpan dan yang bisa diabaikan. Pemilih sekali.
Lanjut pada kalimat awal. Berapa sering kita memeluk 3 perasaan tersebut saat mereka datang? Bukannya menyetujui yang ada malah menolak. Penolakannya juga tidak tanggung-tanggung langsung ditolak mentah-mentah tanpa mereka dapat mengutarakan pendapatnya. Semua yang negatif termasuk emosi, bukan hal yang pantas dirangkul dan diajak untuk duduk bersama ditanyakan asal muasalnya apa penyebab mereka datang menghampiri. Kita yang secara naluriah lebih menerima kepositifan memang gemar melupakan kenegatifan seolah mereka berada di titik buta, tak terlihat, terlihat samar seakan tak tampak.
Dari pengalaman beliau sebagai seorang psikolog yang sudah menangani berbagai klien, hanya satu pertanyaan kuncinya “Luka apa yang kamu rasakan?” Bukan semata mencari pelaku penyebab agresi, yang dibutuhkan adalah pengakuan untuk mencari penyelesaian. Sederhana dan tepat sasaran.
Kehadiran yang tidak dianggap tadi membuat mereka menutup diri mengunci ruangan emosi rapat-rapat lambat laun ruangan tersebut penuh sesak berjejal berisi kesedihan, kekecewaan, dan ketakutan yang pada akhirnya memberanikan diri untuk menjadi sesuatu yang dianggap kuat, tidak dikerdilkan dan dapat didengar. Semua rasa berubah menjadi sebuah agresi. Kemarahan.
Jadi, kenalilah semua emosi diri tanpa mengesampingkan emosi negatif, berikan perhatian tanpa terkecuali. Rangkul lah semuanya tanpa terkecuali. Pada saat yang tepat biarlah mereka yang mengambil alih perasaan kita untuk melepaskan rasa sakit.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
