AES090 Ruang Rasa
Dua hari memberi jeda ruang pada rasa, untuk sekedar mengalami kegemuruhannya. Tak hendak menyatakan apapun, mengolah apapun, menalarkannya sekalipun. Membiarkan sebuah kehadiran yang nyata, hingga diri hanya bergelimangan rasa.
Ketika harus terjadi, maka itu terjadi. Tak peduli seberapapun usaha menutupi, menghindari, dan menisbikannya. Rasa adalah karsa yang nyata.
Aku di sini dalam ruang nyataku, teralami, terpeduli, tersendiri. Aku adalah aku dan segala rupa rasaku.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES107 Konstelasi Bintang
Kemarin adalah kelas ketiga dan yang terakhir dari rangkaian kelas daring tentang Human Design. Semalam, sama seperti dua minggu sebelumnya, aku kembali terbangun tengah malam karena pikiranku yang begitu aktif. Selama tertidur, rupanya pikiranku membawa informasi barunya dan diolah di alam bawah s…

AES106 Berkenalan dengan Human Design
"Ga semua orang bisa jadi inisiator, kecuali dia Manifestor" ujar temanku yang sedang serius mendalami Human Design. "Jadi kita ga bisa paksa anak kita untuk bisa punya inisiatif. Ada yang memang butuh diajak kalau tipenya Projector, bahkan kalau dia Reflector, setelah diajak pun dia perlu waktu 28…

AES105 Ambyar
Ambyar, kurang lebih seperti itu gambaran perasaan seseorang saat ekspektasinya berbenturan dengan realita lalu runtuh berserakan. Kemegahan yang terbangun tanpa sadar ketika membayangkan satu situasi dari luar, sirna seketika... seperti menguapnya mimpi begitu mata mulai terbuka. Frustasi, begitu…
