AES091 Belajar Berpikir

Masih terkait dengan beberapa sesi Taki-takiyang baru lalu, di dalam sesi tanya jawab saya sempat menggaris bawahi apa yang jadi salah satu fokus pembelajaran di Semi Palar - tentang What To Learn dan How To Learn.
Dulu kita pergi ke sekolah atau ke kampus untuk mendapatkan pengetahuan. Karena dulu banyak pengetahuan tersimpan di benak para guru di sekolah atau dosen-dosen di kampus. Dulu buku juga sulit di dapat, harganya juga cukup mahal. Jadi dulu yang namanya perpustakaan adalah betul-betul gudang pengetahuan.
Saya ingat dulu waktu SMA, salah satu yang saya lakukan waktu masuk jenjang SMA adalah menjadi pengurus perpustakaan. Supaya saya berlama-lama di sekolah, untuk membereskan buku-buku di perpustakaan. Di waktu-waktu tertentu sempat menginap juga di sekolah waktu beres-beres besar perpustakaan sekolah. Dulu itu jadi pengalaman asik, berada di sekolah - di luar hari dan jam sekolah. Tapi intinya ya itu, perpustakaan itu gudang ilmu.
Sewaktu saya studi S2 di UNSW, Sydney, bangunan tertinggi di kampus adalah UNSW Library. Tingginya 12 lantai, megah sekali. Dia jadi semacam landmark bahwa di tempat inilah letaknya sumber pengetahuan. Koleksi bukunya banyak sekali. Saya lupa berapa jumlah koleksi bukunya. Sistemnya sudah sangat terotomatisasi. Pada tahun 1995, sistem itu canggih sekali. Buku-buku ditandai pake barcode, katalog perpustakaan diakses lewat komputer yang databasenya tersentralisasi. Jadi kita bisa tau buku yang kita cari di simpan di perpustakaan mana. Peminjaman buku menggunakan kartu mahasiswa. Jadi saat check-out kita tinggal scan kartu kita juga barcode buku2 yang kita pinjam. Kalau kita mahasiswa S3 (doktorat), kalau buku yang kita butuhkan tidak ada dalam koleksi perpustakaan, mahasiswa bisa mengajukan dan perpustakaan kampus akan mencarikan - supaya studi mahasiswa tidak terhambat. Perpustakaan juga buka sampe jam 10 malam. Perpustakaan jadi sumber ilmu... Keren banget. Itu dulu...
Sekarang yang namanya informasi sudah ada di dalam genggaman tangan kita. Jadi sudah tidak relevan lagi menganggap sekolah atau universitas sebagai sumber pengetahuan. Jaman sekarang juga buku2 semua sudah digital. Kita pasti bisa menemukan buku apa yang kita butuhkan di Internet. Perpustakaan juga sudah tidak lagi relevan.
Jadi lembaga pendidikan juga fungsinya semestinya bergeser. Kalau sekolah atau universitas hanya menyediakan ilmu, saya pikir dalam waktu singkat sekolah dan universitas akan ditinggalkan. Karenanya yang masih relevan adalah bagaimana sekolah dan universitas mengajak murid-muridnya belajar berpikir. Learning How to Think. Ini hanya salah satunya. Karena konten pembelajaran, subject matter, materi akademis dengan mudah kita temukan sendiri.
Hari ini di KPB, diselenggarakan Kelas Semesta. Judulnya mengisyaratkan bahwa di KPB, ruang pembelajaran anak-anak tidak dibatasi. Apa yang ingin diketahui, kakak-kakak akan coba mencarikan narasumbernya agar pembelajaran bisa terjadi. Hari ini, teman-teman KPB belajar bersama kak Amanda Mita @perempuangimbal dari Riset Indie. Topik belajarnya adalah Design Thinking. Jadi ya inilah yang sedang dipelajari teman-teman KPB - bukan belajar apa, tapi belajar bagaimana berpikir. Learning How to Think. BTW, kak Mita ini juga orangtua Smipa. Dan materinya keren, juga dibawakan dengan asik. Saya senang sempat menghadirinya. Bagaimana tidak, sayapun ikut belajar di sana... Salam.
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…


