AtomicEssay

AES092: Twitter

haegenquinstonpenulis arsip2

Twitter adalah suatu aplikasi media sosial yang didirikan pada tahun 2006. Twitter sendiri, adalah suatu perusahaan independen yang sama sekali tidak terafiliasi dengan Facebook. Dalam Twitter, hal yang kita lakukan adalah menulis tulisan/pendapat, membaca tulisan orang lain, dan menyertai tulisan tersebut dengan media gambar ataupun video. Berbeda dengan Youtube atau Instagram yang membuat tulisan menjadi media sekundernya, Twitter justru dipenuhi pendapat orang-orang dan kata-kata dimana-mana. 

Menurutku, ada kelebihan beserta kekurangan dari Twitter ini, dibandingkan media sosial lain. Aku suka media Twitter karena bisa langsung membuat Tweet, menulis, dan akhirnya diposting tanpa harus menyertai gambar ataupun repot apa-apa. Ada juga orang-orang yang kita ikuti di Twitter, yang sering membagikan pendapatnya dan berita 1 hal. Beserta juga reply-reply dari orang-orang lain, kesannya kadang lucu. Selain hal hal di atas seperti itu, Twitter juga cukup menarik karena orang-orang di dalamnya sering berdebat dan memiliki perspektif beda terhadap 1 hal. Contohnya, isu pemain bola Manchester United yang bernama Fred. Banyak pendukung Man United tidak suka dengannya, dan ingin dia keluar dari klub. Namun, ada pembelanya juga. Disinilah kita sampai pada kekurangan Twitter sendiri.

Kekurangan Twitter, adalah kegiatan dan pengaturan yang terlalu bebas. Ada banyak orang di Twitter yang memakai bahasa toxic, sering ngebacot, dan Twitter menjadi tempat pengeluaran amarah. Selain itu, jarang sekali ada banning/blocking/report yang dilakukan oleh admin Twitter. Makanya ada banyak akun burner (akun kedua/akun palsu) yang orang-orang pakai untuk ngebacot dan melakukan hal yang disrespectful.

Sebagai pengguna Twitter, jujur saja sebenarnya seru melihat dunia Twitter seperti ini. Melihat banyak orang ngebacot dengan bahasa Indonesia maupun Inggris, malahan menjadi terbiasa. Lucu melihat beberapa postingan disertai foto, yang relatable dan bisa membuat hari menjadi menyenangkan. 

Apakah saya mengikuti mereka (orang yang banyak bacot)? Tentu tidak. Meskipun saya melihat mereka setiap hari dari postingannya, namun bukan berarti aku harus ikut seperti mereka. Meskipun terkadang senang sesekali melihat bahan seperti itu, bukan berarti perlu ditransfer ke kehidupan sehari-hari. 

Setiap kali aku melihat akun Twitter, aku selalu berpikir seperti ini: Saring dan lakukanlah filter, apa yang baik dan tidak. Ambil saja pelajaran yang bisa didapatkan, dengan pengalaman yang ada.

BTW di bagian atas adalah sebuah meme di Twitter yang menurutku lucu, karena pendukung GSW sudah terbiasa dalam melihat timnya menang (18-3).

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20