AES093 Literasi : Mengamati Sekeliling Kita

Literasi, selama ini kita pahami dalam pengertian yang terlalu sempit. Di dunia pendidikan, literasi kebanyakan hanya dikaitkan tentang pembelajaran membaca dan menulis. Padahal literasi jauh lebih luas dari itu. Membaca adalah bukan sekedar membaca teks. Membaca termasuk di dalamnya membaca ekspresi orang lain, membaca situasi, membaca kemungkinan. Di suatu kesempatan di dalam forum diskusi bersama pakar sejarah Prof. Anhar Gonggong, saya menangkap bahwa ilmu sejarah pada dasarnya adalah sebuah kemampuan literasi juga. Orang-orang yang bisa memahami sejarah adalah orang-orang yang mampu membaca jaman - dan dengan demikian bisa memetakan perbagai kemungkinan masa depan. Luar biasa ya kemampuan literasi ini.
Belakangan, literasi juga banyak didampingkan dengan kata-kata lain seperti misalnya literasi media. Literasi media adalah bagaimana seseorang punya kemampuan mengolah dan memahami apa yang ditangkapnya dari berbagai jenis media - termasuk ragam media elektronik yang sekarang membanjiri kita dengan berbagai informasi, tentang apapun juga.
Lalu bagaimana caranya melatih kemampuan literasi. Literasi pada dasarnya adalah kemampuan mengamati. Mengamati adalah bukan sekedar melihat, karena mengamati punya konotasi juga untuk menemukan keterkaitan dari hal-hal yang teramati dan merangkainya menjadi sebuah makna. Karena hal-hal yang terlihat - seberapapun luar biasanya - akan hanya menjadi sebuah hasil pengamatan - sampai hal tersebut bisa dikoneksikan satu sama lain dan dimaknai.
Gambar di sebelah kiri ini saya temukan sudah lama dan bertahun-tahun tersimpan di laptop dan di hape saya. Datang dari Albert Einstein, kata-katanya menarik, Look Deep into Nature and then You Will Understand Everything Better.
Kata-kata Einstein menggaris bawahi pentingnya literasi. Kamu akan bisa memahami segala sesuatunya lebih baik saat bisa melihat (secara mendalam) ke dalam semesta. Demikian kata Einstein. Karenanya begitu penting untuk membiasakan anak-anak untuk mengamati secara mendalam, menaruh perhatian secara penuh terhadap hal-hal yang dia temui di dalam semesta kehidupan mereka. Berbagai pemahaman akan muncul dari situ.
Tidak mengherankan bahwa Einstein di sekitar tahun 1900-an bisa menemukan Teori Relativitas dan merumuskan Hukum Kekekalan Enerji. Kemampuan literasinya luar biasa. Semoga tulisan pendek ini bisa jadi catatan penggenap buat proses kita bersama di Semi Palar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES246 Literasi : Mengamati Sekitar Kita (2)
Ini tulisan lainnya tentang Literasi. Literasi yang dimaknai luas bukan sekedar baca tulis tapi mengamati apa yang ada di sekitar kita. Kebetulan saya menemukan peristiwa yang menggambarkan soal ini. Kebetulan juga saya mengamati hal ini, jadi ini adalah kisah tentang bagaimana saya mengamati kak C…

AES107 Kontekstual Sederhana Mendalam
Pengantar : Mungkin ini sedikit alasan dari saya. Besok pagi jenjang SMP Semi Palar akan berhadapan dengan proses akreditasi. Masih ada beberapa hal yang harus saya kerjakan, tapi saya juga tidak ingin melewatkan esai hari ini. Jalan tengahnya, saya repost tulisan saya dari website utama Smipa (sem…

AES944 The God Code : Biologi yang Sakral
Ini salah satu tulisan terkait bagaimana pengelolaan Kurikulum Holistik. Pembelajaran Holistik bukan sekedar pendekatan belajar yang berbeda - tapi ada perbedaan mendasar dari cara pandang dan tentunya juga hal-hal yang menjadi penting atau esensial difasilitasikan kepada anak-anak kita yang dalam…
