AtomicEssay

AES094 Waktu Hening

Sanyapenulis arsip2

Semalam aku tidak bisa tidur, bolak-balik miring kanan kiri belum ngantuk juga. Tiduran terlentang pada bantal yang cenderung tipis datar seperti martabak crepes ini membuatku pusing, kepala rasanya malah berputar-putar aku tidak cocok tidur terlentang terlalu lama, bukannya mengantuk malah semakin jauh rasa mengantuk itu pergi. Layar gawai menunjukkan waktu sudah mendekati pukul satu, akhirnya aku keluar kamar. Kubuka pintu kamar perlahan supaya suara decitnya tidak membangunkan warga kamar lain yang sudah terlelap. Sepertinya minggu ini terlalu padat aku jadi tidak bisa tidur. Mengutip salah satu lagu favoritku, “When you feel so tired, but you can’t sleep-” pas sekali.

Keluar balkon angin ternyata cukup santai, tidak seperti hari-hari lalu yang bertiup menggebu-gebu hari ini memang rasanya pas mencari udara luar. Duduk di kursi warna-warni milik anak-anak, ditemani suara serangga malam yang saling bersautan, rasanya kedap tak terdengar suara kendaraan lewat. Menutup mata sejenak, membiarkan suasana merasuk diri. Walaupun indera pengelihatan terkunci rapat, panca indera lainnya menjadi lebih peka. Kusandarkan punggungku pada dinding dingin di belakangku. Kulit merasakan hembusan lembut angin, telinga mendengarkan suara alunan indah para penghuni malam.

Entah berapa lama aku berdiam diri, namun samar-samar kucium wangi sesuatu yang membuatku terjaga. Bau mie kuah! Saat kulihat ternyata Fajrin sedang membawa semangkuk mie lalu berkata, “Mau bu?” Hahahaha mie kuah itu mengaburkan waktu heningku! Indera pengecap yang tiba-tiba aktif kemudian menggedor perut seraya ikut berbunyi. Kacau, mau tidak mau aku sedikit mencicip kuahnya saja. Terlalu jahat bila aku ikut menyantap mie jam segini apalagi mienya milik orang lain.

Sambil menemani Fajrin menyantap mie, kualihkan perhatianku pada langit, menatap langit lebih baik daripada menatap mie bisa-bisa aku kalah godaan. Ternyata ada satu bintang terang disana. Sembunyi di balik awan-awan tanpa sinar bulan. Terima kasih bintang kecil yang berhasil mempertahankan imanku untuk tidak ikut makan (larut) malam!

Setelah kuingat, hari ini aku minum kopi diatas batas maksimalku, delayed effect-nya baru kurasakan tengah malam. Pusing dan tidak bisa tidur. Huh

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20