AES097 - Foto 0.5: Sisi Ilmiahnya!

Foto 0.5x adalah sesuatu yang sering ditemui di mana-mana saat ini, setidaknya dalam generasiku. Foto-foto terdistorsi, di-zoom out dan diambil dari sudut-sudut aneh, sehingga membuat subjek fotonya jadi berkepala besar dan bertubuh kecil. Aku tidak tahu apakah kegemaran pada foto seperti ini adalah sesuatu yang hanya muncul di generasiku — atau malah hanya di demografikku secara spesifik — atau juga di generasi lain. Yang pasti, aku secara pribadi sangat menyukai foto-foto seperti ini. Mereka terlihat lucu dan playful, kasual dan berkarakter.
Aku punya banyak sekali koleksi foto 0.5. Ada folder khusus untuk foto-foto, dengan berbagai wajah: aku, teman-teman, orang tua, kucing, anjing. Distorsi aneh ini membuat semuanya jadi lebih menyenangkan. Tapi, apakah ada sisi ilmiah dari obsesi pada foto-foto aneh ini? Tentu ada!
Seorang ethologis asal Austria, Konrad Laurenz, memiliki teori tentang konsep Kindchenschema (baby schema): apa yang menggemaskan dan apa yang tidak. Kita cenderung lebih tertarik untuk merawat makhluk hidup dengan bentuk tubuh dan wajah tertentu. Ini terefleksikan juga dalam bayi manusia dan bayi binatang. Banyak yang memenuhi ciri-ciri ini, karena secara evolusioner, ini adalah cara untuk bertahan hidup dan memancing perhatian dari dewasa yang bisa melindungi. Mata yang besar, wajah yang datar.
Salah satu elemen utama adalah cephalic index, yaitu cara untuk mengkategorisasikan bentuk dan ukuran kepala. Ada rumus tertentu untuk menghitungnya (BPD x 100 / OFD). Semakin besar cephalic index, semakin tampak menggemaskan. Biasanya, ini muncul menjadi makhluk yang berkepala pendek dan punya jidat yang besar. Apalagi kalau disandingkan dengan tubuh yang kecil.
Menyenangkan mencari sisi ilmiah dari tren-tren seperti ini!
foto 0.5 kucingku
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB
Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…
