AES097 Motivasi Merusak Kita

Pernah nggak sih kalian lihat gambar motivasi yang kayaknya keren banget tapi pas dipikir-pikir lagi malah bikin kita mikir, “Ini bener nggak, ya?” Aku pernah dan jujur aja menurutku motivasi seperti itu kadang malah terasa kayak cara halus buat nge-judge orang.
Ambil contoh gambar yang sering muncul di internet: ada orang yang mendorong kotak dengan susah payah, lalu ada orang lain yang santai banget mendorong bola,dia memotong kotak itu jadi bola dulu pakai pakai pisau. Keterangan di bawahnya biasanya berbunyi sesuatu kayak gini:
"Terlalu banyak orang yang melakukan hal sama tanpa mau berinovasi. Berpikirlah seluas cakrawala agar kamu keluar dari zona nyaman dan menemukan titik terang baru."

Awalnya, aku baca itu sambil manggut-manggut kayak ngerti. Tapi makin lama aku lihat gambarnya, makin terasa ada sesuatu yang nggak beres. Kalau dipikir-pikir, motivasi ini kayak nge-judge orang yang dorong kotak itu sebagai orang yang gagal berpikir kreatif. Padahal siapa tahu dia nggak punya pilihan lain? Mungkin dia nggak punya pisau untuk motong kotak itu, atau mungkin dia nggak tahu cara lain selain dorong kotak karena nggak ada yang ngajarin.
Kalau kita lihat lebih dalam lagi, si orang yang pakai pisau di gambar itu bisa diartikan sebagai seseorang yang punya privilege. Dia tahu cara mempermudah kerjaan karena punya alat bantu atau pengalaman yang nggak dimiliki orang lain. Jadi apakah adil kalau kita nge-judge orang yang nggak pakai pisau sebagai kurang kreatif? Enggak juga, kan?
Yang lucu, motivasi kayak gini sering banget bikin kita merasa kurang cukup. Kayak ada standar baru yang dipaksakan: kalau kamu nggak "berpikir seluas cakrawala," berarti kamu nggak berkembang. Kalau kamu masih susah payah dorong kotak, berarti kamu salah. Padahal, hidup nggak sesimpel itu.
Kadang kita lupa bahwa motivasi itu seharusnya memberi semangat, bukan malah bikin kita merasa gagal karena nggak sesuai standar. Ya berpikir kreatif itu bagus, tapi bukan berarti semua orang harus punya cara yang sama. Ada yang memang jalannya pelan, ada yang jalannya cepat. Dan nggak semua orang punya pisau untuk motong kotak jadi bola.
Jadi kalau kalian ketemu gambar motivasi seperti ini lagi, ambil manfaatnya tapi jangan terlalu serius sampai merasa terhakimi. Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang lebih kreatif atau inovatif tapi tentang bagaimana kita menjalani perjalanan dengan cara kita sendiri tanpa harus dibanding-bandingkan.
Dan kalau ada yang bilang, “Kamu harus keluar dari zona nyaman!” sambil nunjuk gambar ini, cukup jawab dengan santai, “Zona nyaman juga penting kok, buat istirahat sebentar.”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

AES191 Membedah KPB
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

AES190 Sonichi
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…
