AES100 Merencanakan Perjalanan Sumba

Menilik kembali bagaimana persiapan kami K11 Simpang Kanan merencanakan perjalanan kami ke Sumba.
Perjalanan panjang bahkan sebelum kami memutuskan untuk memilih Sumba sebagai tempat penjelajahan kami. Kami perlu bertemu dengan banyak pihak, berbagi inspirasi untuk sampai ke keputusan ini.
Proses perwujudan idenya pun tidak mudah. Di awal, Sumba terasa jauh bagi kami. Bukan hanya soal jarak tapi juga keterikatan kami dengannya. Banyak proses telah kami lewati untuk mendekatkan diri dengan Sumba, sehingga saat waktunya nanti kita benar-benar bisa menyambanginya, kami sudah berkenalan tinggal mengencangkan ikatan. Ikatan yang diharapkan dapat menjadi peluang yang baik untuk jangka yang lebih panjang.
Menurutku, dalam merencanakan perjalanan salah satu kuncinya adalah pengaturan resiko. Mencacah semua kemungkinan resiko dan membuat perencanaan penanggulangnnya.
Namun yg lebih penting daripada itu, justru adalah menyiapkan diri untuk bisa menerima resiko yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jangan sampai, saat hal kita rencanakan justru berbalik menjadi hal-hal yang tidak terencana, kita hanyut dalam keputusasaan dan meninggalkan kesempatkan untuk berkembang.
Terkadang, dibutuhkan titik ekstrim untuk memaksa diri kita mengeluarkan kemampuan terbaik kita.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
