AES100 The Happy Hundreds

Sambil menuliskan esai saya yang ke seratus hari ini, saya masih menantikan file-file terakhir yang bisa diunggah secara online ke SisPenA : Sistem Penilaian Akreditasi. Hari ini, tanggal 22 Agustus (sebelum tengah malam) adalah tenggat waktu terakhir untuk mengunggah data-data yang akan dijadikan data untuk proses akreditasi di akhir bulan Agustus.
Dari sekian kali pengalaman akreditasi, kali ini persiapan akreditasi cukup simpel, ga terlalu ribet. Kalau dihitung, tim kecil akreditasi yang terdiri dari kak Fitri, kak Yuyun, kak Iyank dan kak Imam - dibantu kak Robert dan kak Wiwit, kami mulai prosesnya sejak hari Senin lalu. Malam ini, pukul 22.40, kami menuntaskan proses unggah dokumen2 yang diminta. Buat saya ini cukup menggembirakan. Di akreditasi sebelumnya, kami harus meluangkan waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan kunjungan para asesor untuk bisa memberikan penilaian bagamana kualitas kami menyelenggarakan pendidikan di Semi Palar.
Tapi ada lagi yang lebih membahagiakan, esai ini, walaupun isinya agak garing - tentang akreditasi, adalah esai saya yang ke seratus. Jadi ya begitulah judulnya...
Saya ingat di minggu-minggu awal Atomic Essay di bulan Mei, kami sempat membahas bagaimana kak Leo memberi nomor esainya dengan tiga digit (AES001). Saat itu tiga digit - ratusan, terasa sangat jauh, tapi saat ini saya, kak Leo, Rico, Ahkam dan Jo sudah mendekat ke tiga digit. Atomic Essay bekerja. Setidaknya buat saya, menuliskan esai-esai ini tidak lagi jadi hal yang sulit.
Tuman? Sepertinya begitu. Menulis sudah jadi hal yang sangat menyenangkan buat saya. Kalau dilihat, 100 esai-esai pendek yang saya tuliskan sudah menjadi wadah bagi saya menuangkan berbagai pemikiran, gagasan, opini, angan-angan dan lainya. Kalau dihitung, sudah ada 25.000 kata yang dituangkan melalui tulisan-tulisan pendek ini. Luar biasa ya. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Saya berharap teman-teman lain juga bisa mencapai apa yang saya capai hari ini. Hal ini akan jadi pencapaian tersendiri buat teman-teman semua yang mencoba Atomic Essay ini.
Photo by Marcel Eberle on Unsplash
Komentar (6)
Selamat Kak buat essay ke-100nya! Saya masih seminggu lagi! Tapi barusan saya belajar embed video didampingi "guru" ortu smipa @mamakuri. Coba di mana bisa belajar kaya gini? cuma di SMIPA! Gimana engga jatuh cinta sampai termehek-mehek? hahahaha...
Hahaha, saya tadi langsung kirim esai Pak Jo itu ke Bu Kuri. Komentar Bu Kuri: "Waah, parah nih AES, dijadiin bahan esai ternyata sama Pak Jo."
Waah, udah duluan aja nih Kak Andy di tiga digit. Selamat untuk esainya yang ke-100. Selamat juga atas selesainya urusan dokumen akreditasi.
Nuhun Ahkam... Belum selesai betul nih. Masih ada urusan visitasi... Tapi tahapan besarnya sudah terlewati. Terima kasih... Tulisan2 disini betul2 jadi penyemangat dan ruang jeda yang asik selama mengerjakan proses akreditasi...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat
Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…

AES624 Langkah Pertama
Tulisan hari ini cukup spesial karena dituliskan bersama kak @matheusaribowo, @yantisuryanii7, @innocentiaine dan @sukarma di Nakara Cafe. Sore ini kita nulis bareng, ngopi AES ceritanya. Ngopi AES ini sudah lama banget ga kita jalankan, terakhir di tanggal 27 September 2023 di cafe Haloa. Kemudian…

AES600 600
Seperti judul filem yang bercerita tentang prajurit Spartan yang judulnya 300. Judul esai ini juga mirip. Singkat aja, 600. Sebuah perayaan kecil buat saya menginjak esai yang ke 600. Tidak terasa sudah mencapai angka ini. Dan setelah beberapa waktu lalu menelusuri dan merapikan tulisan-tulisan say…

