AtomicEssay

AES600 600

Andy Sutiosopenulis arsip2

Seperti judul filem yang bercerita tentang prajurit Spartan yang judulnya 300. Judul esai ini juga mirip. Singkat aja, 600. Sebuah perayaan kecil buat saya menginjak esai yang ke 600. Tidak terasa sudah mencapai angka ini. Dan setelah beberapa waktu lalu menelusuri dan merapikan tulisan-tulisan saya, saya sangat mensyukuri pencapaian ini. 

Selagi merapikan tulisan-tulisan saya, mengecek jumlah, saya menemukan ada beberapa tulisan saya yang belum tuntas. Juga ada beberapa yang nomornya bertumpuk dan juga ada tulisan yang baru saya tuliskan judulnya dan satu-dua kalimat pertama yang menuliskan gagasan utamanya. Sering juga saya mengalami, teman-teman yang sudah membaca tulisan saya sebelum tuntas. Memberikan jempol, padahal baru ada satu paragraf di sana. Mohon maaf ya teman-teman. Mudah-mudahan ga kecewa. 

Tapi ya begitulah upaya saya untuk menjaga konsistensi menulis. Menyimpan judul dan gagasan di Ririungan bagi saya jadi sebuah janji untuk menuliskan tentang topik itu dan salah satu cara saya menjaga komitmen menulis. Dari pengalaman, di tahun pertama saya berkomitmen menulis setiap hari - dan itu berhasil saya capai. Dari soal konsistensi, rutinitas menulis harian itu sebetulnya memudahkan. Dibandingkan dengan komitmen menulis dua hari sekali yang saya jalankan sekarang - menurut saya lebih sulit, karena rutinitas harian ini hilang. Biasanya saya menulis di malam hari. Di tahun pertama. sekitar jam 7.30an, pikiran saya sudah refleks berpikir mau menulis apa malam ini. Kalau dilihat di daftar Atomic Essay, konsistensi menulis saya buruk. Ada waktu-waktu tulisan saya bolong beberapa hari, di sisi lain ada juga tulisan yang bisa muncul berturut-turut selama beberapa hari. 

Di luar itu semua, saya mensyukuri bahwa sudah sekian banyak catatan tentang pengalaman, pemikiran dan opini, refleksi, pemaknaan dan banyak hal lainnya yang jejaknya bisa saya tinggalkan di Ririungan ini. Sangat-sangat berharga. Senang sekali rasanya. Saya pikir hal ini juga yang dirasakan oleh @joefelus - yang sudah melampaui angka 900. Konsistensi Joe juga yang jadi pemicu buat saya untuk terus menulis. Mari kita jalankan terus. Kita lihat sampai mana Ririungan ini bisa membawa, menjaga dan membangun budaya literasi di Semi Palar. Salam. 

Komentar (1)

joefelus

Betul Kak. Lama-kelamaan malah menulis bukan menjadi keharusan lagi, tapi justru menjadi kebutuhan. Nah masalahnya sering juga saya mengalami bahwa saya butuh menulis tapi tidak tahu akan menulis apa. hahahaha Selamat sudah melampaui angka 600

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES685 Silaturahmi Timur dan Barat

Disclaimer, tulisan ini memang gamblang mau mengajak kak Nuy dan kak Maul yang kebetulan ikutan ngobrol² santai malam kemarin paska presentasi Sumba di Mata Kami. Kenapa kak Nuy dan kak Maul secara khusus di sebut karena terkait judul di atas ya - karena yang satu tinggal di Baraat dan yang satu di…

Andy Sutioso74
AtomicEssay

AES624 Langkah Pertama

Tulisan hari ini cukup spesial karena dituliskan bersama kak @matheusaribowo, @yantisuryanii7, @innocentiaine dan @sukarma di Nakara Cafe. Sore ini kita nulis bareng, ngopi AES ceritanya. Ngopi AES ini sudah lama banget ga kita jalankan, terakhir di tanggal 27 September 2023 di cafe Haloa. Kemudian…

Andy Sutioso62
AtomicEssay

AES571 Menulis di Bawah Naungan Rembulan

Sore ini saya dan beberapa kakak ngumpul lagi di sebuah tempat ngopi tidak berapa jauh dari Smipa. Ini adalah kali kedua kami mencoba ngumpul untuk menulis bersama. Di luar Smipa - supaya juga berganti suasana - dan mudah-mudahan lebih membangkitkan inspirasi. Ngonongonu kami menyebutnya (Ngopi Non…

Andy Sutioso90