AtomicEssay

AES102 Obsesi

Sanyapenulis arsip2

Kalau sedang lapar dan tidak ada makanan di atas meja jari akan otomatis menekan tombol aplikasi jajan daring, seperti memiliki otak sendiri kemudian mencari makanan favorit andalan tiba-tiba ada notifikasi “driver sudah tiba di restoran”. Sambil menunggu aku melihat-lihat video makanan atau apapun yang temanya makanan. Aku suka menyiksa diri sendiri, menahan air liur sambil kelaparan. Semakin tersiksa, semakin enak makanan yang akan disantap nanti. Aku memang sedikit gila.

Kalau sedang mengingat makanan yang rasanya spesifik seperti ikan bakar makassar atau dendeng balado merah aku akan pergi sendiri membeli bahan makanan itu, mempersiapkan semua bahan dan memasaknya sendiri. Dari nol harus aku sendiri yang memegang. Saat masakannya sudah matang aku akan menyiapkan nasi panas dan air dingin di sebelah piring lauk tadi. Kunikmati sendiri duluan, yang lain silahkan menyusul aku tidak mau menunggu. Perjuanganku mendapatkan rasa ini akan kubayar kontan pada suapan pertamanya sampai piring licin tanpa secolekpun bumbu tersisa.

Kalau soal makanan aku sedikit melankolis. Jika sudah membayangkan makan enak di suatu tempat dan gagal mendapatkannya aku bisa mogok makan dan hilang napsu makan. Mie instan dengan perasa sekuat itu pun tidak dapat mengobati luka kegagalan mendapatkan makanan terenak dalam benak yang rasanya sudah diujung lidah.

Kalau soal rencana makan enak aku rela berpuasa. Penantian menuju acara makan enak menjadi suatu yang kunantikan. Menahan lapar, berjalan menuju tempat makan, memesan menu andalan, menunggu makanan datang, menyantap makanan yang datang dengan segala kenangan rasa yang akhirnya dikecap kembali. Sensasi reuni memori, aroma dan rasa bersatu menjadi sinergi yang indah.

Semua orang punya cara aneh untuk beristirahat sejenak dari realita. Obsesi anehku terhadap makanan adalah jalanku.

***

Semesta memang jenaka, gemar bermain dengan dunia paradoks yang konyol. Dua kali kehamilanku aku tidak pernah merasakan “mengidam”.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20