AES102 Siang bersama langit biru, malam bertabur bintang

Sudah tiga hari kami menetap di Sumba.
Setiap pagi kami awali dengan berdoa, lalu berjalan-jalan ke sekitar untuk menyongsong sang fajar. Dan kami belum terbiasa mendapatkan keindahan sepagi ini.
Siang hari disini memang terik, bisa ku bayangkan bila aku berdiam diri di tengah lapangan 30 menit saja, sepertinya aku akan goyah. Namun, untungnya masih banyak pohon rindang yang menaungi kami dari terik itu, juga angin sepoi-sepoi yang senantiasa memberikan kesegaran.
Malam hari selalu kami tutup dengan evaluasi lalu menikmati ratusan bintang yang rasanya menyapa kami dari kejauhan.
Bintang-bintang yang tidak tampak di Bandung karena ulah kami sendiri, yang terlalu banyak memasang cahaya sehingga bintang kehilangan maknanya.
Disini, kami dibatasi untuk hal-hal yang sangat melimpah di Bandung, sinyal misalnya. Namun sebagai gantinya kami disuguhi pemandangan indang tanpa henti, tanpa usaha. Bahkan sekedar membuka pintu saja sudah bisa kami lihat langit bingu bersama awan-awannya.
Begitulah “Sepenggal cerita perjalanan Sumba Ep. 00”
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
