AtomicEssay

AES103: Berakting

haegenquinstonpenulis arsip2

Akting adalah kegiatan dimana kita menjalani suatu peran fiktif, secara pura-pura untuk ditampilkan kepada orang lain. Hal akting yang paling umum terlihat adalah akting seorang tokoh pada suatu karakter film. Pemeran film, misalnya. Seorang pemeran film memiliki beberapa persyaratan, komponen dan elemen yang perlu diperhatikan. Secara eksternal, ada penampilan tubuh, gaya bahasa, dan profil diri. Kalau pemeran yang dimaksud adalah perempuan, tidak mungkin ia mendapatkan peran untuk menjadi tokoh laki-laki. Penampilan fisik juga pengaruh karena karakter yang kita perankan harus cocok dengan penampilan kita. Misalnya, secara usia, bentuk tubuh, suara.

Secara internal, hal yang paling utama adalah penjiwaan peran. Ketika kita bisa menjiwai suatu peran yang ingin kita tampilkan, kita sudah menjadi aktor yang baik. Standar yang tinggi contohnya adalah menangis dengan mengeluarkan air mata beneran. Bisa juga, dengan menampilkan ekspresi dan emosi yang real seakan-akan memang terjadi seperti itu. 

Hal mengenai berpura-pura dan akting lebih mudah dibicarakan daripada dipraktekkan. Tidak semudah itu, untuk menampilkan suatu emosi yang sebenarnya tidak kita rasakan apabila kita dalami. Yang mudah, hanyalah menonton orang lain yang berakting dalam suatu peran di film-film. Misalnya, seorang robert downey Jr. atau Chris Pratt yang saking 'menjiwai' sampai-sampai kita sudah menganggapnya sebagai tokoh pada filmnya.

Mengapa aku tiba-tiba membahas ini? Karena saat tadi proyek berjalan, aku sendiri mengalami proses syuting video bersama teman-teman kelompok yang lainnya. Karena kocak pula, maka aku sendiri juga jadi teringat-ingat pada kejadian tadi dan ingin menulisnya.

Berawal dari penyampaian etika mengenai sikap mengontak kakak, lalu menuju mengobrol dengan bahasa sopan kepada orangtua/kakak. Saat melakukan 'drama' dan akting pada tahapan tersebut, improvisasi yang dilakukan cukup lucu yaitu menyertakan perbuatan tidak baik (ngomong kata kasar). Karena cukup awkward,  maka kami mengerjakan secara seru dan menyenangkan.

Ada kejadian yang cukup berkesan juga, yaitu saat akting mengenai meninggalkan orangtua tanpa izin, dengan properti motor dan tas. Sebenarnya, awalnya akan tampak biasa aja, namun karena skenario yang diimprovisasi, maka dikerjakan sedemikan tupa sampai akhirnya betul-betul terlihat pergi tanpa meminta izin atau pamitan dahulu (merekam Linus naik motor).

Sekian saja mengenai cerita dan kesan mengenai akting dan hari ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20