AtomicEssay

AES103 - Skenario Kalau Bisa Terbang

Ara Djatipenulis arsip2

Aku sering mimpi bisa terbang, dari kecil hingga sekarang. Di mimpi-mimpi itu, aku menemukan cara mudah untuk memanipulasi fisika atau apalah, sehingga aku bisa berselancar di udara. Aku berlari dan melompat persis ke atas tiupan angin, dan menekukkan tanganku sedemikian rupa sehingga bisa menangkap arusnya, lalu aku meluncur ke udara. Kalau mau belok, aku tinggal miring sedikit ke samping.

Semuanya mudah sekali di mimpi-mimpiku. Anehnya, hanya aku yang bisa terbang. Dalam sebuah skenario hipotetikal, aku bisa memanfaatkan ketidakmampuan terbang orang lain untuk keunggulan moneterku. Aku bisa mengambilkan kucing dan layangan dan sendal jepit mereka yang tersangkut di atap. Aku bisa dibayar! Aku bisa memasangkan hiasan pesta ulang tahun, atau memanenkan mangga. Agak tidak pantas memang kalau aku minta dibayar untuk pekerjaan sederhana. Tapi kemampuan terbangku akan sangat berguna kalau aku butuh kerja sampingan.

Hal pertama yang akan kulakukan kalau bisa terbang adalah melihat-lihat dunia dari atas. Lalu aku akan melihat setinggi apa aku bisa terbang. Kalau tak ada batasannya, aku bisa direkrut NASA untuk jadi astronot tak berpesawat pertama. Aku hanya perlu pakaian pelindung yang tebal dan keren. Lalu aku bisa menembus atmosfer tanpa terbakar, dan berterbangan mengamati apapun. Tapi aku tentu harus berlatih dengan tekanan udara yang berbeda-beda.

Segala sesuatu akan jauh lebih mudah kalau aku bisa terbang. Aku bisa pergi kemanapun yang kuinginkan dengan waktu yang lebih pendek. Aku tidak perlu bermacet-macet di jalanan. Aku bisa membuat peta dengan lebih mudah, tak perlu membidik kompas dan segalanya. Aku bisa mendaki gunung tanpa mendaki gunung! Langsung terbang ke atas dan sampai dalam sepuluh menit. Semua kemungkinannya asyik untuk dibayangkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10