AES104 Beruntungnya Aku

Sabtu lalu kami berkesempatan menyambangi salah satu pantai di Sumba. Pantai Kawona namanya.
Pantai yang indah dengan gradasi warna kebiruan.
Aku mengambil beberapa foto, lalu ku kirimkan foto itu ke grup keluarga dan teman dekatku, dengan tujuan memberi kabar bahwa aku baik-baik saja di Sumba.
Tak kusangka, beberapa respon mereka begini “enaknya bisa bekerja sambil jalan/jalan”.
Sebenarnya ini bukan kali pertamaku pergi ke luar pulau untuk menemati teman-teman KPB. Tahun lalu, aku juga sempat menemati tiga teman menetap selama 40 hari di Bali. Sejak saat itu, memang sudah sering aku mendengar respon itu untuk perjalananku.
Hanya saat itu aku selalu menjawab, “tidak seenak itu ko, ada usaha dan pengorbanan yang aku curahkan di dalamnya, yang orang-orang tidak tahu”.
Tapi entah kenapa, respon yang sama kali ini terasa berbeda. Kali ini aku justru tidak berniat menolaknya, aku justru ingin menjawab dengan “memang, beruntung sekali aku ini, dapat pekerjaan yang adalah hobiku (jalan-jalan), sambil menyelam minum air katanya”
Di perjalanan kali ini, aku lebih merasakan betapa beruntungnya aku. Aku bersyukur bahwa aku dikaruniai banyak hal oleh Tuhanku, banyak kenyamanan yang aku dapatkan dalam hidup. Kenyamanan bahkan kemewahan yang tidak orang lain dapatkan. Aku jadi bingung, harus ku bayar dengan apa ya Tuhan? Apakah cukup dengan berbuat baik saja?
Apakah semua keberuntungan ini akan terbayar dengan aku menabung kebaikan seumur hidupku?
Intinya aku sungguh bersyukur atas semua hal yang terjadi dalam hidupku, bukan hanya hal baik, tapi juga setiap hal yang memaksaku belajar. Setiap hal yang tuhan perkenankan terjadi padaku, adalah hal-hal yang telah ia perhitungkan.
Sepenggal cerita perjalanan Sumba Ep. 02
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
