AES104: Membereskan kamar sendiri
Ini adalah suatu kisah personal yang ingin kuceritakan beberapa lama lalu. Kejadiannya cukup sering terjadi, namun solusi atas masalah ini belum kutemukan, sejujurnya.
Saat itu, aku sedang memiliki rencana untuk membereskan dan menyortir barang-barang di kamarku yang berantakan dan terlalu banyak. Misalnya, baju yang tak terpakai, buku-buku tahun lalu, folder, dan sebagainya. Untuk melakukan beberes, kita perlu jumlah energi yang besar, keinginan besar, dan waktu luang. Untungnya, saat itu aku bisa beres menyelesaikannya. Kamarku pun sangat rapi dan tertata.
Namun, saat ini (4 bulan kemudian), ruangku cukup berantakan kembali karena sudah ada banyak barang. Debu pun bermunculan lagi sebab tidak setiap hari ruangku dilap, hanya disapu. Apa yang perlu aku lakukan sekarang?
Ini adalah langkah yang aku buat untuk mengatasi masalah ini, sementara:
1. Memotivasi diri dan niat untuk beberes
Kalau tidak ada niat, sudah pasti kita tidak akan mengerjakan, kalaupun mengerjakan, tidak akan maksimal dan bete.
2. Biasanya, kalau aku sedang menyortir dan memisahkan barang, pasti dipilah antara ingin disimpan atau tidak. Juga menentukan, barang ini mau dikemanakan
3. Clearing the area agar bisa dibersihkan dari debu, kalau ini sih bagian favoritku karena aku bisa mengkosongkan area dan menata ulang apa yang ada padanya.
4. Menaruh kembali barang-barang pada tempatnya secara tertata
Yang paling sulit dari proses ini, adalah kenyataan bahwa kegiatan beberes perlu dilakukan maksimal 3 bulan sekali. Karena, perlu terus dilakukan dan dilakukan secara konsisten agar terus dijaga.
Masalah yang sering kuhadapi, adalah alokasi barang-barang yang tidak terpakai. Kadang, aku sendiri ragu dan bingung kalau ingin memindahkan/menyimpan/membuang barang yang tak terpakai. Contohnya, adalah folder dari kelas 5 sd yang masih disimpan. Padahal, jelas-jelas sih udah tidak berguna banget ya...
Seperti kata Kak Andy dan seorang sersan AS, memimpin diri sendiri itu mulai dari membereskan ranjang. entah setiap hari melakukannya, atau sebulan sekali, apapun yang kita sudah lakukan (tak hanya omdo) artinya adalah keberhasilan.
Komentar (1)
Haegen, koreksi sedikit, itu yang bicara di video itu bukan sersan lho, coba dilihat lagi beliau itu pangkat (rank)nya apa. Di Indonesia pangkat seperti itu disebutnya apa.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

