AES105 Hari Sialku #3

Kisah Hari Sialku kembali hadir dengan episode ketiga dan kali ini, temanya adalah drama dunia digital. Bayangin kemarin tanggal 7 Januari, akun Instagram mami ke-hack. Iya ke-hack! Seolah belum cukup ribet, akun itu langsung kena banned. Jadi mami yang biasanya cuma pakai Instagram buat scroll video tempat makan mendadak kehilangan akses. Dan aku? Otomatis jadi teknisi dadakan.
Sambil nunggu Instagram buka blokir, aku mulai beraksi. Cari tutorial di YouTube, baca forum-forum online, dan bahkan nyoba ngirim email resmi ke Instagram yang pastinya dibalas pakai bot. Rasanya kayak jadi hacker dalam film Hollywood, bedanya aku bukan nge-hack tapi berusaha un-hack.
Lalu tanggal 9 Januari, tiba-tiba kabar baik datang: blokirnya dibuka. Semua terasa seperti akhir dari drama ini, aku bahkan sempat berpikir “Wah, akhirnya kelar juga.” Tapi ternyata... itu cuma awal dari bencana berikutnya.
Tanggal 12 Januari, akun mami lagi-lagi bermasalah. Kali ini, OTP (kode verifikasi) yang dikirim ke nomor HP mami nggak masuk sama sekali. Aku udah coba segala cara: restart HP, ganti koneksi internet, bahkan nyuruh mami ganti SIM card. Hasilnya? Nihil, kode itu kayak hilang di udara nggak sampai-sampai.
Hari ini aku habiskan waktu seharian buat nyelesain masalah ini. Dan semakin lama, semakin terasa betapa ribetnya hidup saat kita jadi satu-satunya orang di keluarga yang ngerti teknologi. Semua mata tertuju ke aku, seolah-olah aku ini karyawan IT yang lagi troubleshooting server perusahaan. Padahal, aku cuma nonton youtube tiap hari dengan tenang.
Akhirnya setelah banyak usaha yang nggak membuahkan hasil, aku mulai merasa malas. Rasanya mau bilang ke Instagram “Udahlah, nggak usah pake OTP-OTP-an segala. Kami cuma mau lihat tempat makan di Explore, kok!”
Tapi ya begitulah hidup, kadang kita harus ngadepin masalah yang absurd meski itu di luar kendali kita. Mungkin ini pertanda buat mami supaya lebih hati-hati pakai akun digital atau mungkin ini cara semesta ngajarin aku buat sabar (meski aku lebih pengen jawaban instan, kayak tombol undo).
Jadi kalau kalian pernah jadi “teknisi dadakan” buat keluarga, tenang kalian nggak sendirian. Dan kalau ada yang nanya, “Gimana kabar akun mami sekarang?” Jawabannya: belum ada hasil, tapi aku akan tetap mencoba... setelah aku minum kopi dan tidur bentar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

AES191 Membedah KPB
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

AES190 Sonichi
Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…
