AES107 Sepak Bola

Dulu aku nggak terlalu peduli sama sepak bola, aku cuma sekadar tahu nama-nama besar seperti Ronaldo, Messi, dan Neymar. Ngomong-ngomong soal Carlos, nama itu ternyata adalah “warisan” dari ayahku yang sangat mengidolakan Roberto Carlos pemain legendaris Brasil. Katanya “Carlos itu nama yang keren, penuh semangat", tapi waktu kecil aku nggak merasa ada hubungan spesial sama nama itu atau sepak bola.
Semua berubah di tahun 2018, saat itu Piala Dunia menjadi ajang pertamaku menonton sepak bola dengan serius. Ada sesuatu yang magis ketika melihat pemain-pemain itu berjuang di lapangan, membawa nama negara mereka. Tapi meskipun aku mulai suka, aku belum punya klub favorit. Baru ketika masuk SMP, rasa penasaran terhadap sepak bola semakin tumbuh. Salah satu temanku adalah fans Manchester United, dan dan salah satu kakak smipa adalah seorang penggemar Arsenal sejati. Tapi justru karena mereka aku mulai tertarik dengan Manchester City, klub yang ternyata adalah rival abadi Manchester United. Mungkin ini caraku jadi rebel di antara mereka.
Pertandingan pertama yang benar-benar aku tonton dan nikmati adalah Derby Manchester pada 2 Oktober 2022. Bayangkan di satu pertandingan itu, Phil Foden dan Erling Haaland mencetak hat-trick (tiga goal) masing-masing. Pertandingan itu terasa seperti pesta gol untuk para fans City, dan aku? Rasanya seperti menemukan tempat yang tepat. Sejak saat itu, aku makin mendalami sepak bola dan jadi fans setia Manchester City.
Sepak bola ternyata lebih dari sekadar olahraga, di dalamnya ada drama ada kebanggaan dan ada cerita yang membuat kita ingin terus mengikuti. Ada saat-saat menang yang bikin euforia, ada kekalahan yang bikin kita ngelus dada sambil bilang “Santai, perdandinga selanjutnya kita balas.” Sekarang setiap kali aku dengar nama Carlos, aku merasa lebih terhubung dengan dunia sepak bola. Ayahku mungkin nggak menyangka bahwa warisan nama itu benar-benar membawaku pada kecintaan terhadap olahraga ini. Dan meskipun aku tahu ayahku lebih ngefans Roberto Carlos daripada Manchester City, aku yakin dia akan bangga karena aku akhirnya menemukan sesuatu yang bisa membuatku bersemangat, seperti dia dulu.
Jadi kalau kalian juga punya cerita unik tentang sepak bola atau baru mulai suka, tenang aja. Nggak ada kata terlambat buat jatuh cinta pada olahraga yang satu ini. Dan buat fans klub lain, nggak apa-apa kok kita rival di lapangan tapi teman di luar lapangan. Tapi kalau derby lagi? Ya maaf, City tetap nomor satu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

AES193 Menulis Kanji
Tulisan di Ririungan tanggal 15 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, terpantau sudah satu bulan lamanya saya tidak menulis di Ririungan seperti biasanya. Bukan karena tidak ingin menulis, tapi barangkali karena saya sedang menunggu sesuatu yang cukup menarik untuk dituliskan dalam sebuah esai…

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

