AtomicEssay

AES11 MARAH!!!....

tesaputripermatasaripenulis arsip2

MARAH!!!...

WhatsApp Image 20220326 at 18.05.02.jpeg

Marah?.... Lalu mengapa kita marah?...

Perasaan marah ini terkadang menggebu-gebu hingga mencapai ubun-ubun kepala kita. Berlebihan terdengarnya...... Ketika saya marah itu, saat saya kesal dengan apa yang sudah saya rencanakan itu tidak sesuai, anak tidak mau makan, anak tidak mau mendengar perkataan ibunya, uang belanja bulanan sudah menipis, barang kesayangan hilang, jalanan macet padahal sudah terlambat menuju tujuan, yaahhh semacam apa yang diinginkan oleh saya itu tidak dapat terwujud, kemudian muncullah rasa marah. Pemunculan marah itu terkadang bisa berlebihan pemunculannya, berteriak, menangis, bahkan yang lebih ekstrim lagi bisa membanting barang-barang yang ada di sekitar.

Apakah pemunculan tersebut bersifat normalkah?...

Sejujurnya Marah ini adalah ungkapan emosi, boleh marah, asal tepat. Ya itu tadi, tidak berlebihan, dan ungkapkan dengan cara yang tepat. Rasa marah yang terlalu sering dipendam dapat memberikan dampak yang buruk berbagai aspek kehidupan. Seperti berhubungan sosial, kestabilan emosi, fokus untuk berpikir menyelesaikan masalah, bahkan secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan fisik juga. Waah!!!... seberpengaruhnya itu ketika kita marah.

Jadi, kita perlu mengenali alasan-alasan kemarahan tersebut yang terjadi pada diri kita. Waah kembali lagi sepertinya kepengenalan dan pengelolaan diri. heheh... (saling berkaitan) Ketika kita sudah kenal, maka akan sayang bukan? hihi... maksudnya, jika kita sudah kenal mengapa pemunculan marah pada diri kita, setidaknya pemunculannya itu tidak akan berlebihan dan seperti drama-drama dilayar tancap. happy-10

Karena menurut saya, ketika seseorang tidak sadar dan mengenali perasaannya, besar kemungkinan sewaktu emosi negatif melanda, ia akan melampiaskannya secara meledak-ledak.  Atau kemarahan itu muncul karena ada ketakutan yang dimunculkan dari diri kita seperti rasa cemas yang sedang dihadapi. Dan bisa jadi kemarahan ini bahkan sudah menjadi kebiasaan serta menjadi reaksi yang muncul pada diri ketika hal tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal-hal tersebut bisa jadi pemicu kemunculan amarah pada diri. 

Biasanya ketika pemunculan marah itu terjadi, saya akan mengambil jeda untuk menenangkan diri dan mengambil napas panjaaaaang. Dan jangan lupa hembuskan secara perlahan, kemudian diulang sampai debaran jantung dan kepala yang nyut-nyut terasa lebih tenang. Setelah itu, temukan alasan mengapa bisa marah, kemudian tenangkan diri sebelum bertindak. Jika kita marah dengan seseorang, ungkapkan rasa itu dengan cara yang tepat dan bicarakan dengan sangat manis terhadapnya, jangan sampai menyimpan dendam dan kemarahan terlalu lama. Karena jika menyimpannya, kelak seperti kita menyimpan bom waktu yang dimana akan tiba saatnya boooommm...booommm...sick-2

So.... Marah adalah bagian dari diri kita. Tapi.. jangan sampai jadi orang yang pemarah. 

Masih Marah?...

Hmmm.. jangan marah sama saya ya. Saya sudah selesai bercerita tentang marah. Jika kalian masih terbayang-bayang dengan amarah, coba lakukan kembali hal-hal yang sudah disampaikan. Atau justru mau berbagi kisah tentang marah dan bagaimana cara mengatasinya.

Tesa

26032022

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES954 Tentang Upacara Bendera

"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan I…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang…

leoamurist00