AtomicEssay

AES513 Saksang Kapau, Kairos!

leoamuristpenulis arsip2

Lumayan tergelitik di kemarin pagi, ketika sedang obrolan membahas jagat raya semesta smipa. Ada satu kelompok jenjang remaja yang berencana memberi nama kelompok kudapan tradisionalnya, saksang. Woaa... saksang yang saya tahu sih bukan kudapan, karena berdasar pengalaman pribadi; Sepiring saksang bisa menghabiskan nasi sebakul. Untunglah tidak jadi nama kudapan, kebayang kalau kudapan porsinya sebanyak saksang (tentu saja dengan nasi - saksang tanpa nasi itu seperti malam cerah tanpa bintang, rasanya "terlalu kurang"), porsi makanan utamanya sebanyak apa.

Kalau sebagai vitamin peningkat imunitas, bisa jadi saksang (ditambah dengan panggang) saya sepakat. Seperti minggu lalu ketika badan sudah terasa tidak nyaman, tenggorokan kering tetapi rongga hidung meler dan telapak kaki dan tangan berkeringat. Gerah rasanya, hanya sekaligus kedinginan. Pertanda kurang bagus ini, jadi di perjalanan pulang hendak mampir rumah makan khas Manado untuk dapat yang memanaskan badan. Banyak menunya menggunakan rempah yang spicy dan hot malahan.

Eh, terlewatkan karena ketika sudah dekat lokasi malah sibuk memandangi harga bensin pertamax di SPBU seberangnya. Naik ya. Kadung terlewati, ya lewatkan saja. Ikuti jalan, menemukan belokan, hadirlah inspirasi seketika yang perlu dimanfaatkan. Kairos! (Eureka!) ada lapo. Mampirlah kami, langsung duduk dan pesan panggang dan saksang dengan sup dan sambalnya. Benar lah, nasi yang sudah disiapkan sebakul (sebakul kecil koq) habis bersih.

Mengulas soal kata "Kairos!" tadi, yang bukan menu makanan setau saya. Jadi kelintas tiga serangkai kata yakni, Aion-Kronos-Kairos. Aion adalah siklus yang tidak pernah berhenti, seperti waktu yang tetap bergulir dan sejarah yang terus berulang. Kronos adalah garis waktu yang kita tetapkan untuk mengerti dunia, seperti proyek atau program yang intinya cara kita berharap dan berupaya mewujudkannya. Kairos inilah yang seru, bayangkan semua pengetahuan dan pemahaman kita tersaji di satu momen waktu saat ini, sekarang di sini. Buat keputusan cepat dan bijak!

Seperti kemarin sore di belokan yang tidak jauh dari jalan pulang, keputusan cepat dan bijak yang saya buat adalah berhenti dan masuk ke dalam rumah makan sabana kapau yang baru diresmikan. Pesan cincang, jengkol, sayur, dan sambal. Nasi sudah ada di rumah, satu rice cooker 1L penuh. Untuk makan malam Dari keputusan ini, kebijaksaan yang saya dapatkan adalah bahwa tidak hanya saksang. Kapau pun bukan kudapan. Buktinya, nasi satu rice cooker habis sedangkan cincang dan jengkol serta sambalnya masih bisa disimpan untuk sarapan besok pagi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES512 Terlalu Giat Sampai Galat

Terlalu giat mempelajari sampai galat belajar. Pernah kan dalam obrolan, ketika kita sedang berbicara dan mengambil sedikit jeda untuk menarik napas demi melanjutkan kalimat. Eh, ada yang menyela masuk memberikan pandangan sepanjang satu paragraf tanpa jeda napas. Isinya mengoreksi hal-hal yang seb…

leoamurist00
AtomicEssay

AES511 Ākāra

Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara. Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang…

leoamurist41
AtomicEssay

AES510 Protokol Hanya Istilahnya Saja

Yang menggelitik saya adalah bagian tertulis kalau ego itu menuntut dan terburu-buru, sedangkan hati itu sunyi dan tenang. Soalnya, seringkali terjadi situasi "Menuntut dalam diam." Semacam diam-diam menuntut atau bentuk tuntutannya adalah dengan diam. Lalu dengan penasaran, saya membalikkan urutan…

leoamurist23