AES110 Empati

Menjadi orang yang empatis itu ada enak dan enggak enaknya. Menurutku empati itu satu hal yang indah, dimana kita bisa mengerti situasi orang lain dan menkompensasikan situasi mereka. Aku senang menjadi orang berempati, yang salah adalah menjadi orang yang berempati dengan harapan orang akan berempati balik pada kita.
Belakangan ini aku sedang merasa cape, kok kayaknya orang-orang tuh enggak empati banget ya. Rasa tidak dimengerti itu gak enak, kalo kita aja bisa ngertiin mereka kenapa mereka enggak bisa ngertiin kita? Gatau juga sebenernya kenapa orang pada susah empati. Belum tentu juga mereka enggak mau, mungkin mereka belum tau aja caranya gimana.
Mengerti itu perlu effort, perlu intensi, dan perlu ikhlas. Sering banget sih aku berusaha sepenuh tenaga ngertiin orang, terutama anggota keluargaku. Tapi saat kayaknya aku ngerti, terjadilah plot twist, mereka melakukan atau mengatakan sesuatu yang enggak enak.
Yah, zonk.
Keinginan untuk adanya timbal balik memang normal dan manusiawi. Karena aku manusia jadi, sah sah aja kali ya? Aku selalu berharap kalau aku mengerti orang, mereka bisa ngerti aku. Sayangnya hubungan manusia tidak se simple beli gorengan, bayar tiga rebu pasti dapet tiga gorengan, kecuali tempenya nempel, bonus jadi tiga setengah.
Mungkin mutualisme dalam berempati itu mirip juga kayak beli gorengan, walaupun enggak sesimpel beli gorengan. Kalau mau bonusnya masalah seleksi dan untung-untungan. Mungkin tempe yang nempel itu udah diambil sama orang, atau kita aja kurang jago carinya di dalam tumpukan gorengan itu. Kalau dapet ya syukur,kalau enggak yaaa yaudah.
.
.
.
.
.
https://id.pinterest.com/pin/627337423108913856/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES126 Tanda-Tanda Tanda Tanya
Semalam sebelum aku tertidur aku bertanya “Besok pagi mau sarapan pake telor dadar atau telor ceplok ya?” Lalu, saat bangun tidur aku bertanya “Kira-kira kalau aku dulu milih kampus yang berbeda, hidup aku sekarang kayak gimana ya?” Bahkan saat melangkah masuk metro line B pun muncul pertanyaan “Ap…

AES125 Semuanya Tiba Tiba
Rasanya kehidupan belakangan ini banyak elemen ‘tiba-tiba’ nya deh, dalam beberapa konteks. Walaupun secara garis besar ku masih ngerasa ling-lung menjalani rutinitas baru ku disini; perlahan tapi pasti mulai lebih terbiasa. Sekarang sudah jauh lebih kenal dengan teman-teman, hafal nama gedung dan…

AES124 Lika Liku dan Gebrakan Menjadi MABA
“Sas, gimana kabarnya disana?” Gimana ya kabar aku, aku sendiri yang menjalani bingung gimana cara jawab pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya, reflek pertama adalah “hi, kabar aku baik kok”. Tapi aku jadi bingung, apa bener kabar aku lagi baik-baik aja. Rasanya ada banyak pilihan kata lain ya…
