AES111: Gatal
Cedera kaki yang kualami minggu lalu sudah nyaris pulih total. Mau luka dalam ataupun luar, saat ini semuanya sudah membaik dan sembuh. Tapi ada satu hal yang cukup menarik untuk dibahas, yaitu luka luar yang sudah sembuh. Luka luar yang aku alami cukup sakit (selama beberapa waktu), sebelum akhirnya mengering dan mulai lepas. Namun, terkadang, aku suka merasa gatal dan menggaruk-garuk bagian yang gatal, yaitu di lukanya sendiri. Untung masih tidak kenapa-napa.
Di sisi lain, aku juga suka bosen tiba-tiba dan mencari kegiatan lain, salah satunya adalah menggaruk luka yang kering. Hal tersebut ga tau kenapa malah satisfiying, namun ada dampak negatifnya juga. Dampak negatif yang ditimbulkan, yaitu kulit baru yang tidak siap sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama lagi untuk pulih. Sekalinya aku menggaruk bagian luka yang kering, udah pasti dibilangi oleh ibu aku untuk tidak digaruk karena tidak baik.
Meskipun aku sudah sadar dan diberi tahu bahwa tindakan itu kurang benar, tapi masih aja kadang aku suka garuk karena greget dan gatal. Entah dari mana rasa-rasa tersebut berasal, namun aku melakukan hal yang bikin greget jika tidak dikerjakan, meskipun pikiranku tidak berkata sedemikian.
Gatal bisa berarti rasa gatal dan tidak enak. Bisa juga, sebuah keinginan yang tidak tertahan. Misalnya itu kalau adek aku sedang berkebun, kadang tangannya terlalu gatal untuk memakai gergaji sehingga banyak memotong-motong bahan pohon meskipun sebenarnya tidak diperlukan.
Setelah aku sembuh, rencananya akan ada banyak olahraga dan latihan fisik agar otot di sekitar kaki bisa lebih kuat. Sebisa mungkin, aku cegah kejadian jatuh lagi, karena nanti kulitnya gatal untuk digaruk kembali pula
.
Pokoknya, dari sana, aku bisa mengenal batasan lebih lanjut lagi. Mau batasan dengan orang lain ataupun juga batasan dengan diri sendiri tanpa kontrol orang lain. Selain menghargai orang lain, salah satu yang sulit kita lakukan adalah menghargai diri sendiri (namun jangan berlebihan egois juga). Tindakan yang dilakukan adalah, menjaga tubuh, menjaga kesehatan, memiliki pikiran dan lingkungan yang sehat. Secara fisik, mental, maupun spiritual.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES239: The Scouting of Earth Hour
Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…
AES238: Move On
Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…
AES237: Diriku yang Berbeda
Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…
