AES112 Tidak Ada Orang yang Sibuk

Hari ini, selepas bekerja, saya menyempatkan untuk bertemu seorang teman. Seorang teman yang ternyata sudah bertahun-tahun tidak saya temui.
Adanya media sosial membuat kita merasa tetap dekat, walau nyatanya jauh bahkan tidak saling bertemu. Bertahun-tahun tidak bertemu pun, kami masih saling tahu hidup masing-masing yang sedang dijalani.
Sudah lama kami sebenarnya merencanakan untuk bertemu. Hanya, karena beberapa hal, pertemuan itu terus direncanakan tanpa direalisasikan. Hari ini akhirnya kami berhasil, saling menyempatkan waktu untuk bertemu.
Seorang senior saya di organisasi pernah berkata “tidak ada orang yang sibuk, hanya ada orang yang tidak menyempatkan”. Sampai sekarang, saya masih mengamini kalimat itu, karena terasa masuk akal. Buat saya 24 jam dalam sehari adalah waktu yang sangat luas untuk kau sempatkan barang satu atau dua jam untuk acara tertentu.
Skala prioritas adalah kunciannya, ketika seseorang tidak menyempatkan, berarti memang ada hal yang lebih penting yang perlu dia lakukan, yang merupakan prioritas utamanya.
Tapi tidak perlu tersinggung saat seseorang menolak untuk mendatangi atau bertemu denganmu. Itu hal wajar, tak perlu dipusingkan, karena kamu memang tidak perlu menjadi skala prioritas semua orang. Dan kamu pun tidak bisa membuat semua orang menjadi prioritas utamamu.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES115 Efisiensi
Sedikit bercerita tentang sebuah “budaya” di angkatan 7 KPB, yang sekarang menginjak kelas 12. Waktu hening dan doa adalah cara kami memulai hari. “Buka kelas” kami kerap menyebutnya, satu orang akan memimpin dalam prosesnya. Lucunya, setiap hari kami selalu bergelut dengan pertanyaan “siapa yang m…

AES114 Berjalan Lebih Jauh
Berjalan kaki, rutin yang selalu kujaga setiap hari. Aku mengawali dan mengakhiri hari dengan berjalan kaki. Berangkat dengan berjalan kaki, membuatku punya waktu untuk menyadari kembali tujuan-tujuan hari ini. Pulang dengan berjalan, membuatku punya waktu untuk merenungkan apa saja yang terjadi ha…

AES113 Angin itu Punya Siapa?
Aku duduk termenung di sebuah kursi panjang untuk menunggu giliran ber-mandala bersama teman-teman KPB. Udaranya cukup menyenangkan, tidak terlalu panas, juga tidak terlalu dingin. Ada angin yang beberapa kali menyapa dan menorehkan kesegarannya. Lalu aku melihat keatas, melihat daun-daun yang tert…
