AES112 Women Choice

Suatu hari aku lagi santai aja, scrolling instagram. Tiba-tiba muncul satu post yang bertuliskan “Let’s contribute together: Women Choice Open Recruitment” dan pas banget aku masuk ke dalam kriteria umurnya. Soalnya biasanya aku enggak pernah bisa ikut kegiatan organisasi seperti ini karena batas umur, pas aku liat umur enam belas tahun bisa, ku pikir-pikir lagi enggak yakin awalnya, takut enggak berhasil. Tapi aku jadi keingetan presentasi aku di semester 1 kelas 10, dimana aku bilang sama diri aku sendiri bahwa aku mau jadi orang dengan mentalitas “cobain dulu aja!”
Yasudah ku cobain. Aku mulai buat CV, Resume, dan aku pun menjawab pertanyaan yang tertera di form pendaftaran nya. Aku juga meminta bantuan Kak Gina untuk cek CV+Resume ku, dan Kak Maul membantu aku untuk memberikan jawaban yang paling jitu dan menggambarkan diriku untuk form nya. Hati rasanya dag dig dug der nungguin hasilnya. Tanggal 18 Agustus aku pun buka gmail dan ternyata aku keterima untuk tahapan interview, rasanya seneng banget enggak nyangka banget. Padahal udah kepikiran “ini mah kayaknya enggak masuk euy, di story nya aja katanya yang daftar lebih dari 100 orang” Tapi ternyata keterima juga buat interview.
Tanggal 19 Agustus jam 16.45 aku pun menjalani proses interview, ternyata enggak se susah yang aku pikir sih. Aku pun cukup puas dengan semua jawaban aku di interview itu, dan bagaimana aku bisa menjelaskan kekuatan dan kelemahan dalam diriku. Sebenernya dari tahap interview itu aku udah seneng sih, mau aku diterima atau enggak sebenernya sudah ikhlas sih. Lalu tanggal 20 Agustus, aku buka Gmail dan ternyata aku diterima sebagai tim content writer di Women Choice. Rasanya kaget banget dan seneng banget.
Aku pun menghadiri welcoming session nya, dan ternyata orang-orangnya keliatan nya seru-seru banget dan banyak juga yang memiliki minat dan ketertarikan sama kayak aku. Seru sih rasanya bisa masuk ke komunitas perempuan dan melihat banyak perempuan Indonesia penuh dengan potensi semangat. Harapan nya sih kedepan nya aku bisa mengembangkan diriku disini dan ini juga bisa menjadi media aku untuk mengekspresikan opini-opiniku terhadap isu feminisme dan self development.
Kayaknya sering banget kejadian aku tuh enggak yakin sama diri aku sendiri, kayaknya serem banget, susah banget, ngeri banget, cape banget. Tapi ternyata bisa loh, susah nya mah tetep, tapi bukan berarti enggak bisa.
Intinya seneng banget dan bersyukur banget, Saski bangga sama Saski!
Komentar (4)
Congratulations Saski! Keep it up!
Whoa... Great job Saski. Congrats!
wah kerenn! Semangaat Saskii
Congratulations Saski . Semangat terus...
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES126 Tanda-Tanda Tanda Tanya
Semalam sebelum aku tertidur aku bertanya “Besok pagi mau sarapan pake telor dadar atau telor ceplok ya?” Lalu, saat bangun tidur aku bertanya “Kira-kira kalau aku dulu milih kampus yang berbeda, hidup aku sekarang kayak gimana ya?” Bahkan saat melangkah masuk metro line B pun muncul pertanyaan “Ap…

AES125 Semuanya Tiba Tiba
Rasanya kehidupan belakangan ini banyak elemen ‘tiba-tiba’ nya deh, dalam beberapa konteks. Walaupun secara garis besar ku masih ngerasa ling-lung menjalani rutinitas baru ku disini; perlahan tapi pasti mulai lebih terbiasa. Sekarang sudah jauh lebih kenal dengan teman-teman, hafal nama gedung dan…

AES124 Lika Liku dan Gebrakan Menjadi MABA
“Sas, gimana kabarnya disana?” Gimana ya kabar aku, aku sendiri yang menjalani bingung gimana cara jawab pertanyaan ini. Seperti orang pada umumnya, reflek pertama adalah “hi, kabar aku baik kok”. Tapi aku jadi bingung, apa bener kabar aku lagi baik-baik aja. Rasanya ada banyak pilihan kata lain ya…




