AtomicEssay

AES116 Bikin Bot Twitter

carloslospenulis arsip3

Jadi selama beberapa hari ini aku hiatus nulis, bukan karena males atau kehilangan inspirasi tapi karena... aku lagi sibuk menciptakan sesuatu. Bukan menciptakan puisi atau kisah cinta yang indah, tapi sebuah bot Twitter atau ya kalau mau lebih update bot X (tapi tetep aja semua orang masih nyebutnya Twitter, kan?). Kenapa tiba-tiba bikin bot? Ini berawal dari keinginan aku untuk punya sesuatu yang bisa ngetweet otomatis tanpa aku harus repot-repot ngetik tiap hari. Jadi akhirnya dengan semangat do it yourself, aku mutusin buat bikin bot yang bahas salah satu member JKT48 favorit aku. Karena ya kalau manusia biasa bisa fangirling atau fanboying, kenapa nggak bikin robot yang bisa fangirling juga?

Jujur aku kira bikin bot itu gampang. Maksudnya, di kepala aku ini cuma kerjaan kayak:

  1. Nulis beberapa kode
  2. Pasang di server
  3. Selesai, bot bisa nge-tweet otomatis!

Tapi realitanya...?

Aku harus nanemin otak ke dalam bot biar dia bisa nge-tweet dengan benar, dan itu susah.

Awalnya bot aku cuma bisa nge-tweet template sederhana. Kayak, “Halo, ini update terbaru tentang [nama member JKT48].” Tapi lama-lama aku sadar, kalau tweet-nya gitu-gitu doang ini bukan bot fanbase malah cuma kayak suara Google Translate yang dibikin ngetik. Jadilah aku mulai eksperimen dengan mencoba bikin bot yang bisa nge-scrape berita terbaru soal si member, terus mengolahnya jadi tweet yang lebih menarik. Aku juga coba nambahin randomizer biar tweet-nya nggak terlalu kaku. Tapi ya, ini juga datang dengan masalah baru:

Kadang bot aku malah nge-tweet hal-hal yang absurd. Pernah sekali, bot ini nge-tweet kayak “[Nama member] suka makan ayam geprek level 5. Aku juga suka ayam geprek. Mari kita makan bersama.”

Aku langsung panik, ini bot ngetweet apa, sih? Kenapa jadi ngajak makan bareng?. Aku buru-buru revisi kodenya, memastikan dia nggak tiba-tiba jadi bot yang ngajak orang ketemuan atau malah lebih horor kayak bikin tweet konspirasi. Setelah beberapa hari berkutat dengan kode dan debugging, akhirnya bot aku sukses jalan. Sekarang dia bisa nge-tweet secara otomatis tentang update terbaru dari member JKT48 favorit aku. Aku cukup bangga karena akhirnya bisa bikin sesuatu yang berguna (walaupun manfaatnya lebih ke kepuasan pribadi).

Dari pengalaman ini, aku sadar kalau bikin bot itu kayak menciptakan anak digital. Kalian harus ajarin dia cara bicara, kasih tahu apa yang boleh dan nggak boleh diomongin, dan pastikan dia nggak tiba-tiba jadi akun ngawur yang bisa bikin kalian kena suspend. Jadi buat kalian yang kepikiran pengen bikin bot juga, saran aku cuma satu: bersiaplah mental. Karena bikin bot itu bukan sekadar soal kode, tapi juga soal memahami bagaimana cara manusia berkomunikasi.

Dan yang paling penting... pastikan bot kalian nggak tiba-tiba ngajak orang makan ayam geprek.

akunnya https://x.com/allongita

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES192 Melihat Lebih Dekat

Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

carloslos00
AtomicEssay

AES191 Membedah KPB

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

carloslos00
AtomicEssay

AES190 Sonichi

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…

carloslos10