AES116 Bikin Bot Twitter

Jadi selama beberapa hari ini aku hiatus nulis, bukan karena males atau kehilangan inspirasi tapi karena... aku lagi sibuk menciptakan sesuatu. Bukan menciptakan puisi atau kisah cinta yang indah, tapi sebuah bot Twitter atau ya kalau mau lebih update bot X (tapi tetep aja semua orang masih nyebutnya Twitter, kan?). Kenapa tiba-tiba bikin bot? Ini berawal dari keinginan aku untuk punya sesuatu yang bisa ngetweet otomatis tanpa aku harus repot-repot ngetik tiap hari. Jadi akhirnya dengan semangat do it yourself, aku mutusin buat bikin bot yang bahas salah satu member JKT48 favorit aku. Karena ya kalau manusia biasa bisa fangirling atau fanboying, kenapa nggak bikin robot yang bisa fangirling juga?
Jujur aku kira bikin bot itu gampang. Maksudnya, di kepala aku ini cuma kerjaan kayak:
- Nulis beberapa kode
- Pasang di server
- Selesai, bot bisa nge-tweet otomatis!
Tapi realitanya...?
Aku harus nanemin otak ke dalam bot biar dia bisa nge-tweet dengan benar, dan itu susah.
Awalnya bot aku cuma bisa nge-tweet template sederhana. Kayak, “Halo, ini update terbaru tentang [nama member JKT48].” Tapi lama-lama aku sadar, kalau tweet-nya gitu-gitu doang ini bukan bot fanbase malah cuma kayak suara Google Translate yang dibikin ngetik. Jadilah aku mulai eksperimen dengan mencoba bikin bot yang bisa nge-scrape berita terbaru soal si member, terus mengolahnya jadi tweet yang lebih menarik. Aku juga coba nambahin randomizer biar tweet-nya nggak terlalu kaku. Tapi ya, ini juga datang dengan masalah baru:
Kadang bot aku malah nge-tweet hal-hal yang absurd. Pernah sekali, bot ini nge-tweet kayak “[Nama member] suka makan ayam geprek level 5. Aku juga suka ayam geprek. Mari kita makan bersama.”
Aku langsung panik, ini bot ngetweet apa, sih? Kenapa jadi ngajak makan bareng?. Aku buru-buru revisi kodenya, memastikan dia nggak tiba-tiba jadi bot yang ngajak orang ketemuan atau malah lebih horor kayak bikin tweet konspirasi. Setelah beberapa hari berkutat dengan kode dan debugging, akhirnya bot aku sukses jalan. Sekarang dia bisa nge-tweet secara otomatis tentang update terbaru dari member JKT48 favorit aku. Aku cukup bangga karena akhirnya bisa bikin sesuatu yang berguna (walaupun manfaatnya lebih ke kepuasan pribadi).
Dari pengalaman ini, aku sadar kalau bikin bot itu kayak menciptakan anak digital. Kalian harus ajarin dia cara bicara, kasih tahu apa yang boleh dan nggak boleh diomongin, dan pastikan dia nggak tiba-tiba jadi akun ngawur yang bisa bikin kalian kena suspend. Jadi buat kalian yang kepikiran pengen bikin bot juga, saran aku cuma satu: bersiaplah mental. Karena bikin bot itu bukan sekadar soal kode, tapi juga soal memahami bagaimana cara manusia berkomunikasi.
Dan yang paling penting... pastikan bot kalian nggak tiba-tiba ngajak orang makan ayam geprek.
akunnya https://x.com/allongita
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

