AES117 Mimpi Buruk

Delapan jam sehari alias sepertiga waktu harian kita habiskan dengan tidur. Menurut opiniku pribadi aku lebih suka tidur lelap tanpa mimpi. Mengantuk, pejamkan mata, hilang, bangun pagi. Tidak ada drama ditengah-tengah keheningan dalam kehilangnya kesadaran. Bangun segar, siap beraktivitas kembali pada pagi harinya. Nasibnya kita tidak dapat memilih malam ini akan tidur dalam situasi apa. Surprise surprise!
Mimpi indah sudah biasa, mimpi berpetualang cukup menarik, tidak bermimpi sama sekali paling ideal. Lalu mimpi apa yang masuk dalam kategori buruk? Mimpi dikejar hantu? Tidak, karena kesal mengganggu tidur biasanya aku marah dan berantem dengan hantu tersebut kadang kupukul dan kukejar balik. Agak barbar tapi mimpi seperti itu membuatku kesal (dalam mimpi aku kesal) karena mengganggu tidurku yang berharga!
Lalu apa mimpi yang paling buruk? Mimpi terburukku adalah mimpi aku sedang ujian. Iya ujian. Aku pernah mengalami ujian dalam mimpi. Macam-macam aku pernah merasakan mimpi ngenes ini beberapa kali, seting tempatnya pun berbeda-beda. Ujian SMA, ujian kuliah, ujian ko-as, soal praktikum, soal CBT, sampai mengerjakan lembar soal pakai pensil 2B! Semalaman aku melingkari kertas soal itu sampai terbangun! Nah kadang dalam mimpi itu tidak tanggung-tanggung tidak hanya berlangsung saat ujiannya saja aku bermimpi belajar untuk mempersiapkan ujian. Apa tidak mengesalkan? Hal itu sudah lama sekali untuk apa datang kembali dalam bentuk mimpi?! Dalam mimpi aku merasa capek, sengsara, kepala terasa terikat karena tiba-tiba aku harus belajar untuk ujian gaib yang hasilnya juga hilang sesaat setelah aku terbangun. Ya ampun
Sudah mengalami hal seperti itu dalam mimpi tebak apa yang terjadi saat terbangun pagi hari? Aku capek. Rasanya semalaman tidak tidur. Rasa frustasinya masih terbawa sampai aku bangun, mandi pagi dengan air dinginpun tidak menghilangkan rasa ngebul dalam kepala. Aku akan uring-uringan sampai setelah sarapan.
Untukku itulah mimpi buruk. Tapi Fajrin malah tertawa melihatku yang merana ini. Teganya, kau belum pernah berdiri memakai sepatuku.
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20