AtomicEssay

AES118 - Bambu Ngadiprono

Ara Djatipenulis arsip2

Sebagai fokus pengamatanku selama penjelajahan ini, aku ingin mempelajari bagaimana warga Ngadiprono menggunakan bambu dalam kehidupan dan keseharian mereka.

Kata Mas Ahmad, yang di awal memperkenalkan kami pada dusun ini, bambu adalah bagian dari hidup, lahir hingga akhir. Dahulu, ari-ari bayi dipotong menggunakan bambu runcing karena sifatnya yang steril. Bambu terus-menerus digunakan dalam hidup: untuk atap dan dinding rumah, dimasak, dijadikan kurungan ayam, dianyam jadi keranjang untuk menyimpan barang. Banyak keluarga yang punya bambu, diturunkan temurun dan tumbuh terus. Sampai akhir, bambu tetap menjadi bagian yang penting. Pemakaman warga ada di tengah dusun bambu. Sebelum jenazah ditutup dengan tanah, dimasukkan terlebih dahulu lapisan bambu. Ini agar lebih tertutup dan proses penguraian lebih cepat.

Aku banyak bertanya pada Pak Yadi, salah seorang penganyam keranjang, tentang bambu. Katanya, Pak Sam adalah orang yang paling tahu soal bambu. Maka, kami pergi ke tempatnya dan banyak bertanya-tanya. Akhirnya, kami janjian untuk belajar tentang jenis-jenis bambu.

Tadi sore, Pak Sam menjemput kami di rumah dan kami bersama ke dusun bambu. Dia menunjukkan satu persatu jenis-jenis bambu. Ada bambu petung, bambu legi, bambu apus, dan lainnya.

Bambu petung, yang digunakan untuk membangun rumah, ada peraturan menebangnya. Saat yang terbaik untuk menebang adalah saat Senin Pon, malam-malam.

Banyak sekali kaitan dan pandangan bambu dengan masyarakat Ngadiprono. Berikutnya, aku akan lebih banyak melihat proses penggunaannya, dan mencari tahu tentang hitungan Pranata Mangsa di baliknya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES130 - MPLS 3: Mulai

Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

Ara Djati10
AtomicEssay

AES129 - MPLS Day 2: Konstan

Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…

Ara Djati00
AtomicEssay

AES128 - MPLS 1: Mengapresiasi KPB

Aku sampai di Smipa pagi-pagi sebelum jam tujuh, berhalo-halo dengan beberapa orangtua dan anak kelas enam. Belum ada teman sekelasku yang datang. Aku menunggu dan mereka mulai muncul satu persatu. Hari pertama sekolah dibuka dengan upacara. Selepasnya, kami pergi ke kelas untuk mendengarkan penjel…

Ara Djati10