AES118 Catatan Persiapan PTMT

Malam ini saya ingin mencatatkan beberapa hal terkait persiapan PTMT. Setelah reda kesibukan akreditasi, kami kembali dikejar tengat waktu untuk menyiapkan berbagai hal untuk kedatangan tim monitoring Satgas COVID... Sudah dua hari terakhir ini, kami di sekolah disibukkan dengan persiapan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas). Kemarin hadir di Smipa, sudah Tim Satgas COVID (dari kecamatan, puskesmas, dari DInas Pendidikan didampingi Pengawas Bina - baik jenjang SD maupun SMP. Mereka hadir untuk melihat situasi sekolah dan segala kelengkapan dan persiapan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka - walaupun terbatas.
Yang agak mengherankan, ada kesan terburu-buru bahwa sebanyak mungkin sekolah sesegera mungkin menjalankan PTMT. Kami sendiri berusaha menegaskan kepada tim Satgas bahwa Semi Palar baru akan mulai menyelenggarakan PTMT kalau semua hal sudah diyakini siap dan segala sesuatu sudah dipersiapkan dengan baik.
Satu setengah tahun kita semua berkegiatan di rumah. Untuk kembali berkegiatan di sekolah, tentunya juga perlu adaptasi. Bertahap - rasanya adalah cara yang paling baik.
Siang tadi sewaktu saya mampir ke sekolah, ada beberapa kakak dari jenjang TK dan KPB yang hari ini berkegiatan di sekolah. Ada juga beberapa murid yang sedang trial. Menyenangkan sekali melihat di smipa ada kehidupan. Saya sendiri berkesempatan ngobrol dengan beberapa orangtua yang hadir mengantarkan trial. Intinya secara umum, Semi Palar siap menyelenggarakan PTMT.
Di sisi lain, berhadapan dengan petugas monitoring bukan hal yang sederhana juga. Cukup menyedihkan mereka hanya sibuk dengan ceklis administrasi ketimbang melihat langsung kesiapan sekolah di lapangan. Lalu apa perlunya mereka hadir di sekolah. Saya kira, inilah yang jadi kendala kemajuan di Indonesia. Masih terlalu banyak petugas yang sibuk dengan administrasi bukan dengan esensi - melihat dan memahami apa yang ada di lapangan. Sejak berdiri, Semi Palar selalu berhadapan dengan kendala ini - karena kami yakin bahwa administrasi hanya alat, hanya perangkat. Dia membantu dengan demikian dia bukan tujuan.
Walaupun demikian ada satu catatan menarik dari Bapak Kabid sewaktu menyampaikan sosialisasi persiapan PTMT. Bahwa kesempatan temu muka di sekolah jangan dijadikan ajang untuk mengejar target kurikulum. PTMT perlu dimanfaatkan untuk bersosialisasi, menghapuskan rasa kangen antara murid juga dengan para guru. Keren ya... Tapi ternyata para petugas Satgas masih menanyakan jadwal pelajaran saat PTMT nanti diselenggarakan... Wah kok Jaka Sembung... Gak nyambung...
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES963 Oh...
DIksi singkat ini, 'Oh', sedang saya upayakan menjadi diksi yang banyak saya gunakan. Kenapa? Karena diksi ini membantu saya menempatkan segala sesuatu yang terjadi sebagai netral, Kenapa perlu netral? Sejauh ini saya meyakini bahwa menempatkan segala sesuatu secara netral adalah cara ampuh untuk m…

AES961 Shaken To The Core...
Dalam perjalanan kehidupan, dari waktu ke waktu, manusia akan diajak melalui jalan yang gelap, terjal dan menantang. Mendapatkan pengalaman yang mengguncang keyakinan yang telah dibangun sekian lama. Sesuatu yang tidak diduga, tapi ya, hal ini terjadi, tidak dapat dihindari.Bahasa Inggrisnya mungki…

AES960 Berguru pada Garpu
Meminjam tajuk pertunjukkan musik Abah Iwan beberapa waktu lalu di Rongga Budaya, Dusun Bambu, pagi di Ngobras ke 3 TP22 terjadi peristiwa yang gambarnya saya tempatkan di atas ini. Konser Abah Iwan bertajuk Berguru pada Alam, karena ya begitulah apa yang beliau sampaikan / ekspresikan di dalam kon…


