AES119 Cinta

Mudah sekali terjebak dalam cinta yang pudar merasa kehilangan sosok yang dicintainya selama ini, sepuluh bahkan belasan tahun kemudian. Terjebak cinta masa lalu. Merasa sosok yang hadir pada hari ini bukanlah rasa yang sama dengan masa lalu. Padahal setiap manusia pasti berubah, sedikit banyaknya perubahan menimbulkan kecemasan terhadap rasa cinta yang dirasa semakin pudar. Apakah begitu?
Rasanya setiap manusia pasti mempertanyakan hal tersebut. Apa yang hilang? Apa yang berubah?
Tumbuh berproses dalam waktu yang tak hingga. Menyadari sosok yang selama ini dicintainya berubah. Merasa tertinggal, tidak ikut serta dalam perubahan dinamisnya waktu bertumbuh. Melangkah maju, refleksi diri kadang membuat orang lain cemas akan perubahan.
Seperti pembaruan pada perangkat elektronik masa kini. Manusia terus membarui diri dengan pengalaman, kisah, pengetahuan dengan versi terbarunya. Sejalan dengan itu manusia akan menjadi versi terbarunya, meninggalkan diri yang lampau. Kemudian timbul pertanyaan, apakah mereka masih terjebak dalam ingatan cinta yang telah lalu atau mencintai diri yang terbaru. Keduanya bagai orang yang berbeda. Aku yang sekarang bukanlah aku yang kukenal dulu.
Lantas apakah kamu terjebak dalam rasa cinta masa lalu, menolak diri di masa kini. Tak ikut serta dalam proses membarui diri kemudian jatuh cinta kembali pada versi terbaru saat ini.
Teruslah jatuh cinta seirama dengan jalannya waktu.
Komentar (2)
Kalau kata saya sih, dulu itu cintanya belum dibebani biaya kontrakan, uang sekolah dan jajan anak-anak, kredit kendaraan, pajak kendaraan dll hahahahaha... Kalau dulu cuma yang indah-indahnya aja, sekarang dah ditambah realita hahahaha
Hahahahahaha belom aja bayar KPR puluhan tahun ya pak
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20