AtomicEssay

AES122 Suasana Malam

Sanyapenulis arsip2

Semalam pada ketinggian 1.524 meter diatas permukaan laut, suhu 18 derajat celcius menyapa dalam kesejukan, ditemani angin dengan kecepatan 2 kilometer per jam tidak mengusik ketenangan dedaunan, pemandangan langit cerah berawan sirus putih tampak seperti sapuan halus di tengah langit kelabu, cuaca nyaman menemani perjalanan waktu yang mendekati pergantian hari.

Kami duduk melingkar di hamparan luas beratap langit memandang keindahan bukit bertabur cahaya lampu rumah penduduk sekitar diantara mereka yang juga sedang melepas kepenatan.

Ada yang sibuk bercerita kehidupannya, didengarkan dengan seksama oleh sesamanya.

Ada yang bernyanyi diiringi alunan musik bernada tinggi, disoraki oleh kelompoknya dengan meriah.

Ada yang berusaha menyalakan api unggun, dibantu oleh kawanannya yang juga mengharapkan kobaran apinya membesar menunggu hantaran radiasi menghangatkan tubuh.

Ada yang menikmati hidangan penuh suka cita, berbagi cerita lewat makanan yang diterima sebagai berkah indah buah dari kebersamaan.

Ada yang diam termenung memandang langit, tak terusik dengan keramaian di sekelilingnya.

Ada yang sudah terlelap tidur pulas kebisingan di luar tak seberisik pikirannya yang tenang hari ini, suara binatang malam yang sayup terdengar di antara riuh energi rupanya menenangkan.

Dalam satu lokasi yang sama, semua punya cara yang berbeda menanggapi nuansa malam. Lantas untuk apa merasa terganggu dengan kebahagiaan orang lain. Kami semua punya cara berbeda meresapi energi bulan sabit yang mulai menghilang ditelan awan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20