AES123 Kebutuhan

Tadi pagi sambil menunggu presenter selanjutnya, aku ngobrol sama Kak Gina. Obrolan awalnya ringan, cuma soal mau bikin proyek apa ke depan. Tapi dari percakapan sederhana itu, aku tiba-tiba nyeletuk “Aku ingin teman-teman peduli.”
Kalimat yang keluar begitu saja, tapi bikin aku berpikir panjang.
Dari situ, aku sadar bahwa hampir semua hal yang kita lakukan dalam hidup ini ujung-ujungnya soal kebutuhan. Bayangin aja, kenapa orang buka sebuah jasa? Karena mereka butuh uang.
Kenapa orang kerja keras sampai larut malam? Karena mereka punya kebutuhan yang harus dipenuhi. Kenapa kita cari perhatian, validasi, atau kasih sayang? Karena di dalam diri kita ada kebutuhan untuk merasa dilihat, didengar, dan diterima.
Aku jadi ingat, banyak orang yang bilang “Kalau melakukan sesuatu jangan karena uang.” Tapi jujur, apakah salah kalau uang jadi alasan? Buat sebagian orang, uang itu bukan soal serakah tapi soal bertahan. Mereka melakukan apa yang mereka bisa karena hidup menuntut mereka begitu.
Tapi kebutuhan itu nggak selalu soal materi. Kadang kita melakukan sesuatu karena kebutuhan emosional. Kita ingin didengar, jadi kita bercerita. Kita ingin dicintai, jadi kita berusaha menyenangkan orang lain. Kita ingin diingat, jadi kita mencoba meninggalkan jejak.
Aku ingin teman-temanku peduli bukan karena ingin jadi pusat perhatian, tapi karena aku butuh merasa bahwa apa yang aku lakukan berarti. Dan mungkin, semua orang di dunia ini cuma berusaha memenuhi kebutuhan mereka masing-masing baik yang terlihat maupun yang tersembunyi.
Lucunya kita sering kali menilai orang dari apa yang mereka lakukan, tapi lupa melihat apa yang mereka butuhkan. Di akhir obrolan itu, aku sadar satu hal:
Hidup ini bukan soal siapa yang paling hebat, tapi soal siapa yang paling mengerti kebutuhan dirinya sendiri dan kebutuhan orang lain.
Karena ketika kita paham apa yang benar-benar kita butuhkan, kita jadi tahu kenapa kita ada di sini dan kenapa kita melakukan apa yang kita lakukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES197 Pemilu dan Gaya Komunikasi
Halo teman-teman yang budiman,lama rasanya saya tidak bercakap-cakap di sini. Maka pada kesempatan kali ini, izinkan saya menulis sesuatu yang agak berbeda dari biasanya. Bukan soal perjalanan, bukan soal musik, bukan pula soal novel, melainkan tentang pemilu dan gaya komunikasi.Awalnya sederhana s…

AES195 Membahas Sedikit soal Transum Bandung
Tulisan di Ririungan tanggal 3 September 2026Halo teman-teman yang budiman, kali ini saya ingin membagikan sedikit pengalaman menggunakan transportasi umum di Bandung. Dalam rentang tiga hari, saya sudah mencoba dua jenis transportasi umum yang sekarang mulai cukup sering terdengar namanya, yaitu b…

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

