AES125 Pengkhianatan

Membaca berita yang beredar beberapa waktu terakhir selalu membuatku gusar. Tampaknya tiada hari tanpa gebrakan baru. Mulai dari akar rumput sampai puncak pohon tertinggi seperti berlomba-lomba mengacaukan keadaan yang sudah runyam. Seperti akan hidup abadi, mereka saling bersautan merusak janjinya 'menjadi manusia yang beradab'.
Bagaimana bisa pemangku kebijakan bekerja hanya berdasarkan janji atau sumpahnya di bawah kitab suci, tanpa kontrak hukum tertulis. Tanpa iman mudah saja mengingkari janjinya pada Tuhan apalagi hanya melanggar aturan manusia, tidak seberapa. Tidak adil rasanya, bekerja untuk sesama manusia tetapi membuat kontrak kerja pada Tuhan. Apakah kami hanya bisa meminta pertanggungjawaban nanti di akhirat? Atau karena terikat budaya, sudah ikhlaskan saja biar Tuhan yang balas?
Tamak, selalu tidak merasa puas dengan yang dimiliki dan selalu menginginkan lebih.
Serakah, mengejar ambisi tanpa memperdulikan nilai moral dan hak orang lain.
Rakus, tak pernah merasa cukup seakan seisi dunia adalah miliknya
Bagi mereka merasa cukup adalah suatu yang tabu, hal tersebut telah sirna terbawa derasnya hawa napsu yang semakin lama semakin tak terkendali menghilangkan sifat manusianya menjelma menjadi suatu entitas lain, masih berwujud memiliki raga namun kosong tanpa jiwa. Mereka bukan lagi manusia.
Sejatinya manusia diberikan akal sebagai pembeda dari makhluk hidup lainnya. Tidakkah kita ingin mengindahkan anugerah Tuhan satu-satunya ini sebagai rasa syukur atas kebaikanNya?
Komentar (1)
Memang! Kualitas kemanusiaan sedang diuji. Tidak hanya ditanah air. Menyedihkan!
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20