AtomicEssay

AES126 La Haine

carloslospenulis arsip2

Aku nonton La Haine tanpa ekspektasi apa-apa. Film ini sering disebut-sebut sebagai karya luar biasa, jadi aku penasaran. Tapi setelah selesai nonton, aku merasa film ini ada di tengah-tengah. Bukan yang langsung jatuh cinta, tapi juga nggak benci.

Kalau ada satu hal yang bikin La Haine patut dibanggakan, itu adalah sinematografinya. Setiap frame terasa enak dipandang, seperti ada komposisi yang sudah dipikirkan matang-matang. Kontras hitam-putihnya bukan sekadar gaya, tapi juga memperkuat atmosfer suram yang ingin disampaikan film ini.

Tapi di balik keindahan visualnya, aku merasa ada sesuatu yang kosong.

Film ini bercerita tentang kemarahan dan ketidakadilan. Tiga karakter utama Vinz, Saïd, dan Hubert hidup di lingkungan yang keras, penuh dengan konflik, dan ketegangan sosial. Mereka bukan pahlawan, bukan penjahat hanya tiga orang yang berusaha mencari tempat di dunia yang seolah tidak peduli.

Masalahnya, buatku film ini terasa terlalu “melihat” daripada “merasakan”. Kita diajak menonton realita yang terjadi di lingkungan kelas bawah Prancis, tapi tanpa benar-benar masuk ke dalamnya. Seolah film ini lebih sibuk menampilkan citra estetis daripada menggali lebih dalam emosinya.

Ada adegan-adegan yang kuat, ada momen-momen yang bikin berpikir tapi setelah film selesai, aku merasa... hampa. Seperti sudah melihat sesuatu yang indah, tapi tidak benar-benar terhubung dengannya.

Jadi, apakah La Haine film yang bagus? Ya, dari sisi teknis dan sinematografi ini luar biasa.
Apakah film ini sempurna? Nggak juga.

Mungkin ini tipe film yang bisa bikin orang terbelah, ada yang merasa ini mahakarya dan ada yang merasa film ini terlalu dingin untuk benar-benar menyentuh hati. Aku sendiri? Aku ada di tengah-tengah.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES192 Melihat Lebih Dekat

Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

carloslos00
AtomicEssay

AES191 Membedah KPB

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menceritakan sedikit perihal KPB, atau Kelompok Petualang Belajar. Pada mulanya, KPB sudah menjadi semacam tradisi setiap awal naik kelas. Ia hadir sebagai cara sekolah memperkenalkan kembali esensi KPB kepada murid-murid baru, juga mungkin kepada…

carloslos00
AtomicEssay

AES190 Sonichi

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…

carloslos10