AES127 - Kapan-kapan

Tidak terasa hanya seminggu kurang tersisa dari waktu kami di sini. Tiap hari rasanya ada kerjaan ide baru yang muncul, yang kapan-kapan akan dikerjakan.
Aku belum menyelesaikan keranjang anyamanku. Aku perlu minta diajari Pak Yadi atau Bu Ud cara membakar dan menuntaskannya. Aku ingin membawanya pulang dan memodifikasinya jadi ransel kecil. Keranjang anyaman membuatku ingat tentang Pak Aspuri. Kami pernah janjian mengunjunginya, tapi rumahnya selalu tertutup, motornya selalu tak terparkir di depan. Kapan-kapan harus dicari.
Mau ke sawah sekali lagi, belajar memanjat batang kelapa, mengambil degan, membukanya sendiri. Menghadiri latihan kuda lumping di rumah Mbah Dhio di dusun sebelah. Belajar main gamelan. Mau ke Parakan. Ke sanggar kuda lumping. Jalan-jalan di Temanggung.
Butuh oleh-oleh banyak untuk di Bandung. Gelas bambu. Beli keripik singkong, dan kerupuk mokaf, yang banyak! Beli bubuk kopi. Entho cothot untuk stok di rumah. Pesawat bambu buatan Pak Muh. Masih belum juga mengenal nama semua orang yang tinggal di semua rumah satu-persatu.
Banyak sekali yang belum terkerjakan, yang belum diketahui, yang belum dilakukan. Tapi waktu kami di sini tinggal sedikit sekali. Mungkin aku bisa melakukan ini semua, kapan-kapan nanti.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES131 - Desentralisasi Layar
Akhir-akhir ini aku menyadari seberapa banyak hidupku dihabiskan di depan layar bercahaya. Aku bangun tidur, merentangkan tangan ke samping ranjang, meraba HP dan melihat jam dan notifikasi hari itu. Aku sarapan sambil melihat HP, menjawab pesan, menonton video. Aku pergi ke tempat magangku dan men…

AES130 - MPLS 3: Mulai
Pagi-pagi kami Jabawaskita, pertama kali setelah sekian lama. Lalu kami lanjut ke kelas, mendengarkan penjelasan dari Kak Gina tentang sistem KPB: adaptif, otonom, bermanfaat, hal-hal yang sudah sering kami dapatkan di kelas-kelas sebelumnya. Ada juga daftar kualitas-kualitas yang ditargetkan untuk…

AES129 - MPLS Day 2: Konstan
Pagi ini kami berkumpul di basecamp. Banyak sekali yang telat datang. Tapi, ketika semua terkumpul, ruangan kelas terasa lebih penuh dibanding tahun lalu. Kami dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing dengan satu anak K10, untuk mendiskusikan makna KPB bagi kami. Kami diberi waktu 45 menit, tapi…
