AtomicEssay

AES128 Hujan, Apakah Kau Menangis (Puisi)

carloslospenulis arsip2

Hujan, kau tampak sedih rupanya.
Siang hingga malam, kau basahi Bandung.
seperti air mata yang tak kunjung kering di pipi langit.

Apa yang membuatmu menitikkan duka?
Apakah ibu pertiwi sudah tak peduli?
Atau manusia telah lupa caranya mendengar rintikmu?

Dulu, kau datang membawa sejuk.
menghidupkan tanah yang haus.
menjadi nyanyian bagi daun-daun yang berbisik.
Kini, kau datang dengan deras yang bising.
membawa arus yang menelan jalan.
menggenangi kota dengan nestapa.

Hujan, apakah kau menangis karena rindu?
Rindu pada bumi yang dulu memelukmu lembut.
bukan yang kini membendungmu dengan rakus?

Jika iya, menangislah sepuasmu.
hingga langit lelah meratap.
hingga manusia sadar bahwa air matamu
adalah amarah yang mereka ciptakan sendiri.

Komentar (1)

Andy Sutioso

Keren ini...

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES872 What I Wish for You

Posting ini bakalan singkat. Saya hanya ingin menyimpankan satu puisi yang bagus banget di mata saya. Satu puisi yang saya temukan saat mendengarkan salah satu konten dari kanal favorit saya. Salah satu yang the best. Tema-temanya selalu mendalam, sosok-sosoknya penuh jiwa dan kontennya penuh makna…

Andy Sutioso41
AtomicEssay

Dua Puisi Selametan TP-21

Mekarlah, Mekar bersama-sama, kita menghadap sama rendah dengan penuh kerendahan sukma, berlindung di bawah mendung yang masih canggung. pada satu lembah, pada satu lembar hari yang berulang, kita coba menerka, apa arti pulang, jika kita tak lagi bisa memaknai hangat rumah yang membesarkan kita. se…

adhmsm52
AtomicEssay

AES 22 Puisi: Pergi Lagi

Puisi ini ditulis saat perjalanan dari Surabaya Ke Bandung |18 April 2025 | 12.51 Pergi Lagi Kukira, perjalanan kali ini seperti biasa saja Langkah ringan, tas di pundak, hati tanpa curiga Namun ternyata, rasanya berbeda Ada gemuruh sunyi yang diam-diam bertahta Tiga tas tergeletak, tak kunjung rap…

Asa21