AtomicEssay

AES129: Catatan Buku KPB 7

haegenquinstonpenulis arsip2

Ada sebuah pembelajaran yang kudapatkan akhir-akhir ini, yang cukup membuatku ingin berubah untuk ke depannya, karena ternyata selama ini, tidak terterapkan.

Dalam 1 bulan Februari ini, aku dan teman-teman membuat kertas (dicetak) untuk dijadikan produk kalender/notes dan dijual. Selama ini, aku bisa melakukannya dengan konsisten, setiap hari minimal 10 jadi. Konsistensi tersebut bisa membuatku bangga atas hasil dari proyek ini. Namun, di sisi lainnya, kualitas kertas yang aku buat masih belum konsisten dan belum baik. Ada beberapa kertas buatanku yang baik, namun memiliki bolongan di dalamnya. Sehingga, kutambal bolongannya, daripada kukerjakan pencetakannya kembali. Namun, hasil akhirnya tidak bagus, sangat tidak bagus. Di saat itu, karena ada teman-teman lainnya, maka aku benar-benar menyadari, seharusnya saat itu aku langsung saja mengulang prosesnya. Toh, hasilnya jadi tidak maksimal.

Di sisi lainnya, aku sering mendengar mengenai kuantitas dan kualitas. Manakah hal yang lebih baik tanpa pasangannya, apakah kuantitas atau kualitas? Orang-orang suka bilang bahwa, lebih baik kualitas daripada kuantitas. Hal tersebut juga yang menggambarkan proses pencetakan kertas yang aku lakukan. 'Kuantitas itu penting dan bagus, apabila maksimal. Tidak ada salahnya. Namun, alangkah baiknya apabila kuantitas tersebut, disertai juga dengan kualitas. Tidak hanya 'asal banyak' namun 'asal maksimal'. Setidaknya itulah yang kupelajari dari proyek membuat kertas daur ulang, akhir-akhir ini.

Untuk tingkat ketebalan kertas sendiri, aku sendiri cenderung membuatnya terlalu tebal. Namun, yang membuatku bingung adalah saran-saran dari teman-teman lainnya. Ketika aku sengaja membuatnya tipis, pasti dibilang ketipisan. Namun, kembali lagi aku disalahkan kalau aku membuat kertas yang ketebelan. Dari sana, aku belajar atas double standard yang bisa orang-orang lain miliki, untuk mengatasinya, aku tanya saja, apa maunya mereka. Kalaupun membingungkan, aku setidaknya berusaha semaksimal mungkin dan mengikuti kata hati, se-serbasalah apapun.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20