AtomicEssay

AES130 17 Tahun Semi Palar

Andy Sutiosopenulis arsip2

Mundur ke sekitar tujuh belas tahun yang lalu, ke momen di mana angan-angan mewujudkan sebuah sekolah menjadi kenyataan... 

Waktu itu Semi Palar belum berlokasi di tempat sekarang ini, kami mengontrak di Jalan Terusan Karang Tineung, tidak jauh dari lokasi sekarang. Sebuah rumah milik teman yang kami sewa selama 1,5 tahun di mana kami mulai mewujudkan Rumah Belajar Semi Palar. Di sana kami mulai bercerita tentang Konsep Pembelajaran yang diangankan bisa diwujudkan kalau sekolah ini berjalan - lewat kegiatan Open House. Yang hadir waktu itu kebanyakan adalah teman dekat, dan teman-teman yang mengenal Semi Palar lewat kegiatan Klab Dongeng dan Program Sore Semi Palar yang waktu itu kami selenggarakan di Rumah Nusantara

Beberapa hari setelah Open House, sekitar pukul tujuh malam, masuk pesan SMS ke hape saya. Pesannya begini, "Andy, Lyn kami percayakan anak kami Edgar untuk belajar di Semi Palar. Salam, Monique". Pesan pendek itu mengubah segalanya. Sekolah yang sebelumnya hanya angan-angan, mendadak jadi kenyataan, sekolah ini punya murid. Sekolah ini jadi kenyataan. Keesokan harinya kabar yang sama kami terima dari Nanan yang menyampaikan Benita juga ikut bergabung lalu dari Santi dan mas Ipong mengabarkan bahwa Cissy juga akan bersekolah di Semi Palar. Tiga anak ini, Edgar, Benita dan Cissy adalah tiga murid pertama - karena orangtuanya mempercayakan mereka untuk berproses di Semi Palar... Rico, Gio dan Toby, anak-anak kami kemudian jadi murid-murid berikutnya. Di tahun pertama, Semi Palar berproses dengan 18 orang murid. Beberapa di antaranya melanjutkan terus sampai jenjang KPB.    

Saya ingat betul, waktu itu teman-teman ini bilang, bahwa sebagai sebuah sekolah baru, mereka menyadari bahwa resikonya besar, tapi di sisi lain, peluangnya juga besar. Keputusan mereka ini adalah bentuk dukungan dan kepercayaan luar biasa buat kami bertiga yang memberanikan diri mewujudkan sekolah yang kami persepsikan ideal sebagai tempat belajar anak-anak. Sejak itu kami merasa kami tidak pernah sendirian karena Semi Palar adalah bukan sekolah biasa, tapi tempat kita berproses, belajar dan bertumbuh bersama. Dari situlah spirit Rumah Belajar mulai bertumbuh, sejak awal mula. 

Saat itu, di Semi Palar sudah bergabung kakak2 seperti kak Claudine, kak Caroline, kak Yuyun. Sudah ada mas Woto dan Mbak Esih juga yang membantu operasional rintisan sekolah baru ini. Di tahun berikutnya, bergabung kak Eet, kak Wienny, kak Feka, miss Miming, kakak-kakak pertama yang bergabung bersama Semi Palar.  

Sekolah inilah yang saat ini jadi tempat berproses kita bersama di titik ini, 17 tahun kemudian. Perjalanan yang cukup panjang sampai di titik ini. Orang-orangnya boleh berganti, tapi spirit dan konsep yang kita yakini baik bisa kita terus kita jaga bersama. Mudah2an juga segala proses ini terus berlanjut dan segala sesuatu yang diikhtiarkan bisa berbuah kebaikan, sejauh mungkin... 

Photo by Hansjörg Keller on Unsplash

Komentar (1)

yulitjahyadi

Amin.. semoga terus bertumbuh dan menumbuhkan

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES791 Bendera, Upacara dan Spirit Ke-Indonesia-an

Setiap tanggal 17 Rumah Belajar Semi Palar menyelenggarakan Upacara Bendera. Ritual penghormatan Sang Merah Putih dan pengkhidmatan terhadap kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan yang udaranya bisa kita hirup dalam-dalam setiap harinya saat ini. Pagi harinya, saya menerima sebuah video pendek dari mas…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES767 Awal Mula Pasar Ramadhan

Seingat saya gagasan tentang Pasar Ramadhan muncul di tahun 2010-an. Mudah-mudahan ingatan saya tidak salah. Yang saya ingat jelas adalah bahwa gagasan ini murni muncul dari rekan-rekan orangtua. Peristiwanya sendiri saya masih ingat, terjadi di depan kantor (bangunan lama - sebelum direnovasi), se…

Andy Sutioso00
AtomicEssay

AES644 Kembali ke Titik Nol Semi Palar

Setiap tahun, Semi Palar pasti menyelenggarakan Buka Puasa Bersama. Kita tahu di mana-mana BukBer seakan jadi sebuah keharusan. Sebuah trend di berbagai kelompok masyarakat. Walaupun sekilas apa yang dilaksanakan tampak sama, di bawah permukaan ada spirit yang tersimpan dan hal yang ingin dicapai.…

Andy Sutioso10