AES132 Ekspedisi

Mulanya aku penasaran bagaimana bisa eksplorasi ke luar angkasa yang tak terhingga dapat dijelajah lebih banyak dibandingkan dengan eksplorasi lautan yang tempatnya terbatas di bumi?
Katanya seiring berjalannya waktu semesta mengalami ekspansi, semua benda langit terus bergerak dan meluas. Dari sana akan selalu ada kemungkinan dan temuan baru, menjelajah luar angkasa menjadi sesuatu yang menarik untuk terus dipelajari. Berbagai negara berlomba-lomba meluncurkan ekspedisi luar angkasa untuk menemukan benda langit baru yang sebelumnya belum pernah teramati. Lalu bagaimana dengan lautan?
Penjelajahan lautan sepertinya kurang begitu diminati. Padahal letaknya ada dibawah kaki kita dimana tanah berpijak. Kedalaman 11.000km kurang menarik dibanding luasnya semesta yang tak terhingga.
Mengapa begitu sulit menjelajah lautan? Banyak hal yang menjadi pertimbangan untuk tidak melakukan penjelajahan seperti tingginya tekanan atmosfer, kegelapan total, penggunaan alat komunikasi dan sistem navigasi bawah laut yang berbeda. Paling penting adalah minimnya minat sehingga berpengaruh pada pendanaan yang berarti penjelajahan makin sulit dilakukan. Masih ingat dengan kapal selam Ocean Gate yang mencoba mencari Titanic lalu berakhir tragis karena kurangnya persiapan teknis? Menjadi bukti bahwa penjelajahan bawah laut bukanlah sesuatu yang mudah.
Lalu aku teringat suatu statement, Jumlah sel dalam tubuh manusia lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bintang di Galaksi Bima Sakti. Luar biasa bukan, tubuh kita ternyata lebih kompleks dibandingkan dengan galaksi! Namun kita lebih menyukai mengeksplor hal diluar diri dibandingkan mengeksplor kedalam diri. Menjelajah lautan sama sulitnya dengan menjelajah diri. Menjelajah kedalam diri dibutuhkan kesungguhan, kemauan dan keberanian. Saat semua persiapan sudah dapat kita lakukan mari jelajahi semesta dalam dirimu yang menyimpan ratusan miliar bintang, yang sudah menunggu untuk ditemukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20