AES133 Makanan Hambar

Pada perjalanan kemarin, kami mampir ke lantatur restoran cepat saji di area istirahat. Di luar hujan dan anak-anak sedang terlelap tidak memungkinkan kami untuk berbuka ditempat. Kami memesan beberapa makanan berat yang mudah dimakan dalam perjalanan tak lupa mengganti nasi dengan kentang.
Sambil mengobrol aku terus mencicipi kentang milik anak-anak, 1 2 3 rasanya hambar tapi terasa nikmat dimakan panas-panas. Sadar aku berhenti mencuri jatah makanan milik mereka, hehe maaf ya..
Aku tertegun, bagaimana bisa kentang yang rasanya hambar ini menjadi makanan pokok? Begitu pula makanan hambar sejenis lainnya seperti nasi, roti, mie, singkong, ubi, produk olahan tepung lainnya? Berbeda dengan keripik yang rasa asinnya tajam atau teh susu yang rasa manisnya membuat sugar rush. Tanpa disadari rasa hambar itu menarik, terlepas bahwa memang kandungan gula dalam makanan tersebut yang membuat kita butuhkan sebagai bentuk asupan karbohidrat.
Dari sepiring makanan, berbagai cita rasa dipersepsikan oleh indera pengecap namun rasa hambar yang mendominasi untuk menetralkan rasa kuat lain. Berbagai makanan terasa lengkap saat dimakan bersama sepiring nasi kan? Tanpanya ada perasaan kurang.
Begitu pula hidup, perasaan hambar atau netral memang mendominasi dalam kesehariannya. Dalam dua puluh empat jam apakah rasa bahagia, sedih, marah, takut, atau jijik yang mendominasi? Kurasa tidak. Mereka hanya hadir sebagai percikan seperti bumbu masakan yang memberikan warna pada sepiring makanan. Selebihnya si hambar itu yang hadir menemani, menjaga kondisi emosional pada garis netral. Perasaan biasa saja, hambar. Nah sedikit percikan itulah yang membuat kita ‘hidup’.
Terjaganya emotional state itulah 'makanan hambar' intelegensi kita, menjadikan kita manusia yang berkesadaran menciptakan harmoni pikiran dan perasaan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
