AtomicEssay

AES134 Self Love

Sanyapenulis arsip2

Senang dapat kembali kesini. Cukup lama juga rupanya aku rehat menulis, dari pengalaman kemarin nikmat sehat memang suatu bentuk rejeki yang pantas mendapatkan kasta tertinggi. Saat sehat kita dapat bermimpi banyak hal besar yang tampaknya begitu hebat dan wah. Saat kadar 'sehat' diturunkan sedikit saja lantas semua mimpi tadi hilang begitu saja bagai asap yang terbawa angin, menjadi harapan ingin sehat seperti sediakala. Begitulah manusia seringnya terlalu fokus pada hal yang tidak dimiliki dan kurang menghargai apa yang dimiliki saat ini. Menganggap apa yang telah dimiliki tak perlu diperjuangkan lagi, sudah menyatu bersama diri padahal semua ini hanyalah pinjaman yang sewaktu-waktu dapat diambil oleh pemilik sesungguhnya.

Terjebak paradox, nampaknya aku pun begitu sama saja seperti orang yang datang berkonsultasi masalah kesehatannya padaku bedanya aku perlu berdialog dengan diriku yang lain mengenai kesehatanku sendiri. Lagi-lagi aku perlu berkaca tentang apa yang kulakukan sampai membuatku jatuh sakit.

Apakah aku makan terlalu banyak? Makan bersama memang membuat kita lupa diri tanpa sadar makan terlalu banyak dari kebiasaan padahal yang tahu batas regangan perutku ya hanya aku sendiri.

Apakah aku terlalu bersemangat membagi ide-ideku? Mengobrol bersama memang membuat kita lupa diri tak sadar waktu sudah lewat tengah malam, padahal yang tahu jam malamku ya hanya aku sendiri.

Apakah aku terlalu lama bersosialisasi? Berbincang panjang lebar bersama keluarga terkasih yang jarang kita temui memang menyenangkan namun apakah aku sudah melewati batas social battery-ku, padahal yang tahu batasan itu ya hanya aku sendiri.

Apakah karena kegiatan itu aku lakukan berulang kali dalam satu bulan belakangan ini? Bisa jadi aku sering mendorong energiku sampai batas limit malah melewatinya sehingga tak cukup waktu untuk pemulihan sampai mendorong habis seluruh energi. Tak ayal imunitasku gagal mempertahankan kondisi primanya.

Tapi dari sana aku belajar banyak tentang pentingnya mengatur energi, terlebih aku bukan tipe orang yang se-passionate itu. Aku tidak memiliki energi konstan seperti kebanyakan orang. Aku butuh istirahat lebih awal dibanding mereka. Aku akan bekerja dengan caraku, sesuai dengan kapasitasku. Tak perlu mengikuti ritme orang lain, buatlah ritme-ku sendiri.

Self love, menghargai kemampuan diri tanpa mengecilkan keunikan diri.

Komentar (1)

Lei

refleksi yang indah Kak, dan sambil tetap being kind to ourself itu memang penting banget

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES158 Santai

Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…

Sanya32
AtomicEssay

AES157 Januari

Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…

Sanya21
AtomicEssay

AES156 Hujan

Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…

Sanya20