AES139 Bermain Peran

Kata orang, kaya itu ada tingkatannya. Rich, wealthy dan loaded. Kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia ya kira-kira artinya kaya, tapi tingkat kekayaannya berbeda. Rich adalah si kaya, wealthy adalah ayahnya si kaya dan loaded adalah kakeknya si kaya. Puncaknya adalah tycoon yakni sesepuh yang sudah tidak diragukan lagi kekayaannya.
Bagaimana dengan miskin? Sama ada tingkatannya juga. Poor, needy dan destitude. Kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia sama saja artinya miskin, dalam tingkatan yang berbeda. Poor adalah satu orang miskin, needy adalah keluarga kecil miskin dan destitude adalah keluarga besar miskin. Nah kalau miskin ini ada tambahan yaitu impoverished artinya sudah mencakup beberapa keluarga besar alias satu lingkup penduduk.
Lalu kaum menengah? Ya karena hidup dalam borderline alias persimpangan antara miskin dan kaya, hidupnya serba terhimpit antara atas dan bawah. Ibarat dalam kotak kuning yang ada di perempatan jalan protokol. Serba terbatas.
Dari sinilah permainan dimulai.
Kelas atas yang sudah mencicipi nikmatnya kekayaan akan berlomba-lomba untuk naik kelas. Posisinya sekarang saja sudah menyenangkan apalagi jika bisa naik kelas, keuntungan lain apalagi yang dapat dinikmati. Para rich akan mengeksploitasi para poor, begitu pula dengan kelas berikutnya. Para wealthy akan menekan kelompok poor dan needy. Para loaded akan menekan kelompok poor, needy dan impoverished. Terdengar familiar ya.
Celakanya semakin tinggi tingkat kekayaan yang mereka cari bukan lagi urusan uang semata. Power. Uang tak lagi menarik karena jumlahnya sudah terlampau banyak, berkelimpahan. Mereka mulai mencari kesenangan baru untuk memuaskan hasratnya. Bermain peran menjadi tuhan.
Melihat rantai uang yang dapat mereka kendalikan rupanya membuat mereka lupa diri. Manusia yang terlampau jauh diatas kemudian lupa jati dirinya. Tidak ada cermin yang dapat merefleksikan wajah aslinya, kesepian diatas sana dalam kesendirian membisikan hatinya bahwa merekalah tuhannya.
Para loaded akan memainkan perannya. Menekan kelas menengah serta kelas lain dibawahnya.
Para tycoon akan menjadi pemain dibelakang layar. Menyuruh semua kelas dibawahnya untuk memainkan perannya masing-masing.
Lihatlah uang korupsi yang sekarang diberitakan. Nilainya fantastis sampai memakai nama baru, kuadriliun. Semakin besar angkanya semakin tak tersentuh siapa sebenarnya dibalik itu.
Kaum atas akan naik kelas, kaum bawah akan turun kelas, kaum menengah akan berjuang mati-matian untuk tetap berada dalam kotak kuningnya.
Jadi sampai kapan semua akan bermain peran?
Berkesadaran. Inilah nikmat sesungguhnya yang ternyata tidak setiap orang dianugerahi untuk dapat merasakan nikmatNya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES162 Homonim
Menurutku belajar bahasa indonesia cukup sulit. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibanding bahasa inggris. Apalagi kita, orang indonesia negara kepulauan, negara kesukuan. Memang keragaman ini melekat menjadi identitas kita.Nah aku jadi dapat ide menulis ringan seputar bahasa yang kita sering paka…

AES161 Refleksi Pagi di Festlit
Jujur saja saat dihadapkan dengan banyak pilihan kita akan lebih banyak bingung namun dengan sedikit atau bahkan tanpa pilihan kita menjadi resah juga artinya apapun kondisinya kita semua cenderung mengeluh. Begitukah manusia?Setiap hari kita dihadapkan dengan berbagai pilihan. Dari mulai bangun ti…

AES160 Pertanyaan Akhir Pekan
Izinkan aku bertanya satu pertanyaan pada penghujung akhir pekan ini.Apa yang membuatmu bahagia hari ini?Jika aku yang mendapat pertanyaan tersebut maka aku akan berpikir sejenak lalu memutar ulang singkat apa yang aku lakukan semenjak pagi hari tadi hingga sekarang pada saat mengetik, lalu aku aka…
