AES143 Horor

Dengar kata "horor", apa yang pertama kali muncul di kepala kalian. Pocong, kuntilanak, rumah kosong di ujung gang yang katanya ada suara langkah kaki di tengah malam, atau malah tagihan bulanan yang numpuk di tanggal tua? Horor itu luas, Bukan cuma hantu-hantuan bisa datang dari suara, tempat, video, tulisan, atau bahkan… pikiran kita sendiri. Ngomong-ngomong soal "horor" kalian tahu gak, kata "horor" itu asalnya dari bahasa Latin "horrere" yang artinya "merinding" atau "berdiri tegak" kayak bulu kuduk yang otomatis naik pas nonton film seram sendirian tengah malam.
Tapi kalau kita pikir-pikir, kenapa sih kita suka sama horor? Ada yang doyan nonton film setan, ada yang suka baca cerita mistis di internet, ada yang malah hobi nyari pengalaman langsung dengan uji nyali. Logikanya kalau takut, kenapa masih dicari-cari? Ternyata, ini semua gara-gara dopamin dan adrenalin. Saat kita merasa takut, tubuh kita mengeluarkan hormon-hormon ini yang bikin jantung berdebar lebih kencang itu sebabnya setelah ketakutan kita malah ngerasa puas. Mirip kayak roller coaster: menegangkan, tapi nagih.
Tapi beda orang, beda batasan takutnya. Ada yang cuma dengar suara pintu berderit langsung merinding, ada juga yang berani nonton film horor Thailand sendirian sambil makan mie instan. Kalau aku? Jujur aku gak gampang takut sama film horor. Tapi kalau ditanya “Besok ada presentasi mendadak?”, auto lebih horor dari semua film yang pernah aku tonton. Horor itu subjektif, dan yang paling serem? Kadang bukan setan tapi kenyataan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES194 Jalan-Jalan 2 Minggu Ini
Tulisan di Ririungan tanggal 23 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, sudah lama sekali rasanya saya tidak menulis sepatah dua patah kata di sini. Entah kenapa, gairah menulis saya sempat mengalami kekeringan. Bukan karena tidak ada kehidupan yang berjalan, bukan juga karena kepala benar-benar…

AES193 Menulis Kanji
Tulisan di Ririungan tanggal 15 Agustus 2026Halo teman-teman yang budiman, terpantau sudah satu bulan lamanya saya tidak menulis di Ririungan seperti biasanya. Bukan karena tidak ingin menulis, tapi barangkali karena saya sedang menunggu sesuatu yang cukup menarik untuk dituliskan dalam sebuah esai…

AES192 Melihat Lebih Dekat
Halo teman-teman yang budiman, jujur saja, awalnya saya tidak tahu judul apa yang layak untuk tulisan hari ini. Ada hari-hari ketika judul datang lebih dulu daripada isi tulisan. Tapi ada juga hari ketika isi kepala berjalan sendiri, sementara judul tertinggal jauh di belakang. Maka saya memilih ju…

