AES143 Kejutan

Hari senin, hari pertama berkegiatan dalam sepekan. Hari tersibuk dan termalas kata orang. Serentak semua orang akan berkegiatan hari ini, hari senin. Apalagi hari senin ini berbeda dibandingkan dari hari-hari senin biasanya. Hari ini hari senin pasca libur lebaran, senin istimewa. Sejak semalam aku sudah bersiap untuk bersiap sepagi mungkin, secepat mungkin, sesiap mungkin. Mengingatkan anak-anak untuk tidur lebih awal agar bangun tepat waktu, bahkan menyiapkan bahan makanan untuk sarapan dan bekal sejak semalam, untuk meminimalisir faktor x pagi hari.
Persiapan pagi berjalan lancar saatnya mempersiapkan mental untuk bejibaku dengan warga se Bandung Raya, salam satu aspal!
Berbekal persiapan mental tadi rute 'kemacetan' pertama berhasil dilalui dengan terheran-heran, kok sepi? Oh mungkin mereka sudah berangkat lebih pagi.
Masuk tol jalanan kosong, minim pengendara. Oh mungkin kendaraan besar belum boleh beroperasi seperti biasa.
Keluar tol Pasteur, sepi. HAH kemana perginya orang-orang?! Apakah mereka kompak untuk bolos hari ini? Situasi ini aneh, bisa-bisanya gerbang tol paling menyebalkan ini kosong tanpa halangan. Hey aku ingin sikut-sikutan hari ini, aku sudah bersiap sejak kemarin! Kemana perginya kalian semua! Hahahaha
Setelah mengantar Seira, aku dan Fajrin yang terbengong-bengong dan merasa tertipu memutuskan untuk bersilaturahmi pada tukang bubur langganan kami yang tak jauh dari sekolah. Sudah sebulan lebih kami tidak menikmati semangkuk bubur ayam dengan tumpukan toping anti pelit plus bonus kulit ayam krispi yang lezat dan kerupuk satu toples besar unlimited. Merayakan hari senin pagi tanpa kemacetan. Momen langka bukan?
Komentar (1)
Mungkin karena kantor2 resmi baru buka besok :)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES158 Santai
Bukan kebetulan. Katanya memang semua sudah terencana apik. Saking halusnya sampai terlihat seperti sebuah kebetulan. Ternyata sudah tepat 6 bulan aku terakhir menulis. Waktu itu juga sedang santai, pagi menjelang siang saat rutin pagiku sudah selesai dan entah kenapa rasanya santai. Aku mulai memb…
Sanya32
AES157 Januari
Akhir-akhir ini cuaca memang syahdu. Suhu udara menurun, angin mengencang, hujan menderas dan langit menggelap. Matahari yang sebelumnya terasa terik dan perkasa perlahan melembut bersembunyi di balik awan tebal yang siap menghadang cahayanya seakan berujar, “Seterang apapun cahayamu ada saatnya ka…
Sanya21
AES156 Hujan
Sudah beberapa hari belakangan siang menjelang sore, cahaya cerah matahari perlahan tertutup awan. Lewat tengah hari hawa menjadi lebih dingin, langit kelabu, seakan sore datang lebih cepat. Tak berapa lama hujan datang, intensitas nya tak menentu bisa gerimis kecil atau hujan lebat. Aku sudah lama…
Sanya20