AtomicEssay

AES144 Bulan yang Tidak Sempurna

Sanyapenulis arsip2

Beberapa bulan kebelakang waktu tampaknya berlalu begitu cepat. Teori relativitas waktu memang benar adanya. 24 jam terasa berlalu bagai beberapa menit saja. Guliran jam guliran hari guliran minggu terasa hanya sekejap. Mungkin ini yang dinamakan berpacu dalam (bukan melodi) waktu.

Waktu istirahat pun tak cukup terasa seperti istirahat yang sebenarnya. Rasanya sekarang waktu yang tepat untuk keluar mencari angin di luar. Keluar dari kepenatan, keluar sejenak dari tekanan. Duduk sejenak memandang langit yang tak cukup cerah, bintang masih bersembunyi namun bulan perlahan meninggi memperlihatkan sinar lembutnya. Mendekati purnama, cukup bulat tetapi masih belum sepenuhnya membentuk lingkaran sempurna.

Bulan selalu utuh. Hanya perbedaan sudut pantulan terhadap mataharinya yang membuat setiap hari selalu berbeda. Kadang hilang total kadang seperti garis lengkung kadang bersinar indah berbentuk serupa layaknya matahari sang pemberi cahaya.

Tak peduli utuh atau tidak, bulan tetap naik bergerak ke atas menjalani harinya. Tak gentar dengan silaunya pancaran sinar matahari bulan cukup menerima refleksi dari matahari, untuk menemani malam. Tanpa tergesa, bergerak sesuai ritmenya sendiri.

Terang bulan (bukan martabak) menemani refleksi singkatku malam ini. Padahal bulan pun mendapat refleksi dari matahari. Berada di antara mereka sepertinya terjadi gerhana dalam diri. Entah gerhana matahari atau bulan. Singkat namun cukup membuatku sedikit bersemangat sebelum masuk ke duniaku lagi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES036 Menghargai Waktu

Lihat cerita pak @Joe kemarin memang betul, disiplin waktu kita sangat memprihatinkan. Kuperhatikan pada hampir setiap acara formal yang memiliki durasi waktu, pembukaan acaranya tidak pernah pas. Jarang tepat waktu, sering terlambat. Pagi, siang, sore, malam acaranya akan mulai terlambat. Entah ta…

Sanya31
AtomicEssay

AES190 Sonichi

Halo teman-teman yang budiman, hari ini saya ingin menuliskan pengalaman saya kembali ke sekolah. Saya memilih judul “Sonichi” tentu bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Jepang, sonichi berarti hari pertama. Saya mengenal istilah itu dari dunia JKT48, biasanya dipakai untuk menyebut momen ketika seoran…

carloslos10
AtomicEssay

AES99 Kuberi judul: J E D A

Pada hari-hari yang berjalan bergitu cepat, pernahkah kita berpikir bahwa Tuhan tetap menyediakan jeda-jeda sederhana, yang bahkan sering tak kita sadari. Ketika di jalan, tetiba ketemu lampu merah atau perlintasan kereta pas lagi buru-buru. Pernahkah kita menggunakan momen itu sebagai jeda, sesede…

matheusaribowo20