AES15 lagu anak

Salah satu pemusik yang memiliki passion untuk membuat lagu anak, yang aku sukai adalah Elizabeth Mitchell. Ia mulai mengolah lagu-lagu untuk anak ketika menjadi asisten guru di sebuah taman kanak-kanak di New York, sejak tahun 1990an. Dengan banyaknya murid yang berasal dari berbagai negara, ia menggunakan musik sebagai media komunikasi yang mudah dipahami. Ia mulai dengan menggali musik tradisional Amerika, hingga lagu-lagu dari berbagai negara seperti Jepang atau Spanyol. Dengan suaranya lembut dan indah, ia menghadirkan kembali lagu-lagu anak yang sederhana seperti You Are My Sunshine, This Little Light of Mine, Little Bird Little Bird, dll.
[jrEmbed module="jrYouTube" id="35"]
Di tanah air, kita juga punya banyak sekali lagu-lagu anak, lagu-lagu daerah dan lagu-lagu nasional yang bagus. Beberapa pencipta lagu anak yang legendaris adalah Ibu Soed dan AT Mahmud. Ibu Soed merupakan tokoh musik Indonesia sejak sebelum masa kemerdekaan. Lagu-lagu ciptaannya sangat beragam. Mulai dari yang berirama ceria seperti Hai Becak, Tik-tik Bunyi Hujan, berlirik puitis seperti Desaku, Pergi Belajar, Nenek Moyangku, pun bernada patriotik seperti Berkibarlah Benderaku, Tanah Airku. A T Mahmud, adalah pencipta lagu Anak Gembala, Bintang Kejora, Pelangi, Libur Tlah Tiba, Paman Datang, Ambilkan Bulan Bu. Lagu-lagu yang terus populer. Karya mereka layak disebut lagu anak yang bagus. Meski diciptakan untuk anak, tidak lantas jadi hanya menggunakan kata-kata yang biasa atau kalimat yang sederhana. Pilihan kata dalam liriknya tetap indah, tidak meremehkan anak. Lirik lagu-lagu tersebut mengajak anak mengenal budaya lokal dan membangun nilai-nilai. Belakangan cukup banyak lagu anak yang mungkin dibuat semata untuk kepentingan komersiil, pragmatis, semisal mengorbit penyanyi cilik yang punya penampilan menggemaskan. Namun tema yang diangkat, bahasa yang digunakan, tidak jelas dan tidak membangun. Karenanya lagu-lagu anak yang baik menjadi kekayaan budaya yang perlu dilestarikan.
Disclaimernya, aku sendiri belum sempat menonton. Tapi dapat info bahwa ada satu program setiap Sabtu pagi di Net TV yang mengangkat kembali lagu-lagu anak jaman dulu dengan arransemen yang lebih modern dan bervariasi. Sofa Kuning nama programnya. Dibawakan oleh satu keluarga muda, Mas Aqi Singgih, dengan istrinya, Audrey dan 2 anak mereka yang masih kecil-kecil. Sudah tayang beberapa episode selama masa pandemi ini. Mereka membawakan lagu-lagu seperti Potong Bebek Angsa, Apuse, Halo-halo Bandung, atau Kring-kring Ada Speda. Mereka bahkan membuat app yang mengajak penonton berinteraksi dan bisa mendapat hadiah. Semoga menjadi alternatif tontonan keluarga yang mengedukasi :)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…
