Atomicessaysmipa

AES15 Menghakimi Pikiran

matheusaribowopenulis arsip2

Diakui tak diakui, disadari tak disadari, kita senang menghakimi diri dan orang lain.
Bahkan, tak jarang kita menghakimi pikiran kita sendiri. Sehingga mereka lahir tidak dalam keadaan netral (apa adanya), karena sudah terluka oleh penghakiman kita sendiri. Parahnya lagi, kita sering tak kenal dan tak peduli pada pikiran kita sendiri.

Dalam banyak kejadian, nasehat sering ditanggapi; "Ngomong mah gampang, menjalaninya susah". Memang. Namun, bisa dipastikan; itu menjadi susah karena tidak diawali dengan pengenalan kita pada diri sendiri dan kerelaan kita untuk tidak menghakimi pikiran juga perilaku kita. Ternyata, bagian tersulit dari mengubah diri adalah pengenalan pada diri dan berhenti menghakimi pikiran dan diri sendiri.

Banyak orang takut kehilangan hal atau benda ini dan itu, sementara dirinya sendiri sudah lama hilang dan tak disadari. Kalau kata Silampukau; "kota tumbuh kian asing, kian tak peduli". Apakah kita hendak menjadi sama? Kian asing dan kian tak peduli pada diri yang sejati.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomicessaysmipa

#AES40 MaLAYa (Mamat, Lyn, Andy, Yanti)

Pada 23 Januari 2023 Bandung dan Cimahi masih diselimuti awan teduh. Sepertinya langit sengaja mengerahkan para awan untuk memayungi petualang Malaya bertualang dalam kayuhan. Hawa dingin tidak mengerutkan hangatnya perjumpaan dan tekad untuk bersama menyusuri segala medan di depan. Beriring doa da…

matheusaribowo31
Atomicessaysmipa

AES39 Kembali Mengayuh

Cerita hari ini (Senin, 23 Januari 2023) memang akan saya tulis. Hari yang sederhana, namun amat berkesan (seperti juga ungkapan kak Lyn tentang perjalanan ini; "berkesan"). Sesederhana kayuhan sepeda. Ketika tetap mengayuh, kita berjalan. Dalam kayuhan, kita seimbang, meski seolah tak ada yang men…

matheusaribowo42
Atomicessaysmipa

AES38 Kamar Mbah Oyeng #waktukukecil4

Aroma rambut mbah Oyeng paling terasa di kamar. Menempel di bantal, di jarik, di guling, dan dipelukan mbah Oyeng setiap malam. Tius suka sekali dengan aroma kamar mbah Oyeng. Kalau Tius sedang merasa sedih atau marah, Tius sering membenamkan wajahnya ke bantal di kamar mbah Oyeng. Semua bantal pas…

matheusaribowo00