AES151 badai

Ketika lingkar kehidupan tetiba terguncang badai, sungguh sulit menata kembali semua yang berantakan agar dapat melihat posisi diri dan membuat keputusan logis. Butuh waktu dan ruang untuk berduka, menyadari apa yang terjadi, menghilangkan pedih yang terasa, menenangkan emosi yang terusik. Terutama yang membuat semua terasa absurd dan tidak lagi logis; bingung, ketakutan, kesedihan, kehilangan, rasa tidak berdaya, tidak percaya, harapan ke depan yang tak lagi dapat terwujud, dan banyak lagi rasa-rasa dan bayangan yang bermunculan tanpa sekat, saling sikut untuk menjadi yang terdepan. Hal-hal sederhana bisa memicu mereka untuk muncul tiba-tiba. Tak ada teori bagaimana mengatasinya, mungkin hanya butuh waktu untuk menetralkan.
Kadang membantu bila dapat bercerita pada orang yang tepat, orang yang dapat berempati, bersedia dan dapat mendengar tanpa memperkeruh situasi. Meski orang di lingkaran terdekat tak selalu menjadi orang yang tepat. Kerap menjadi semakin kompleks karena turut emosi, turut terganggu badai, ingin segera teratasi dengan caranya. Perlu juga memberi sedikit jarak dan waktu untuk menenangkan diri agar tidak turut terlarut. Sambil mengingat bahwa pada dasarnya setiap orang punya kemampuan untuk menghadapi tantangan yang hadir dalam hidupnya. Dalam takaran yang baik, konflik dan tantangan membuat manusia menjadi kuat. Mendorong munculnya sisi-sisi yang kerap tersembunyi di balik tampilan sehari-hari. Misteri semesta yang kadang lupa disadari. Dalam takaran yang baik juga, kasih sayang orang terdekat tentunya merupakan dukungan yang tepat.
Teriring doa dan harapan, semoga menjadi lebih kuat.
Photo by Erik Mclean: https://www.pexels.com/photo/shabby-house-in-old-town-5634570/
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES182 Kolaborasi Buku Anak
Pada Festival Literasi Tahun Pendidikan 21 yang mulai berlangsung ini, ada banyak program menarik. Salah satu yang baru adalah Kolaborasi Buku Anak. Undangan pertama untuk para penulis. Siapapun yang mau boleh menulis cerita bertema imajinatif untuk anak < 10 tahun. Ternyata cukup banyak yang me…

AES181 Terima Kasih!!
Festival Literasi TP 2024-2025 baru saja berakhir, penuh rasa dan syukur. Festival Literasi di Smipa bukan acara yang wah dalam arti mewah atau meriah saja. Yang ingin dicapai bukan sekadar wah. Banyak hal yang ingin kita sasar dan bangun lewat kegiatan ini. Jadi, apa yang membedakan Festival Liter…

AES180
Sudah cukup lama tidak mengunjungi akun Ivan Lanin. Biasanya pada periode merapot, saya suka melihat-lihat postingan beliau. Banyak dapat info perkembangan bahasa Indonesia yang jarang sekali dapat perhatian. Unggahan uda selalu menarik, dengan nuansa humor yang kocak, sekaligus mengajak pembaca be…
