AtomicEssay

AES151: Manajemen waktu yang Sesungguhnya

haegenquinstonpenulis arsip2

Minggu lalu, aku sempat bercerita mengenai jadwalku yang cukup padat, aku yang cukup stres karena ingin memiliki waktu luang tambahan, dan juga 'ideal' seperti apa yang aku harapkan.

Ternyata, pertanyaan tersebut sudah bisa mulai terjawab, meskipun tidak sepenuhnya terjawab. Selama minggu ini, aku bisa merasakan santai-sibuknya kegiatanku. Dari padatnya hari senin, hingga santainya suatu sabtu dan minggu (sampai lupa pekerjaan yang sebenarnya). Kesimpulan yang aku dapatkan adalah, bahwa semua itu ada saatnya, seperti libur pada hari sabtu minggu. Diperoleh dan pantas didapat, setelah senin-jumat yang serius dan sibuk.

Selama hari senin hingga Jumat minggu kemarin, rutinitas yang bisa aku peroleh di luar jam sekolah adalah belajar nyetir, nonton video matematika bermanfaat, les setiap hari, dan menonton film. Menurutku, kurang optimal karena masih ada kegiatan nonton film, lebih optimal lagi kalau di-push kembali untuk sebuah kegiatan lain yang produktif.

Hal yang menurutku unik adalah pembagian waktu antara skul, les, dan keperluan pribadi. Apabila aku mengerjakan peran ngedit video sampai malam, aku juga tetap harus mengikuti les dan kebutuhan pribadi, sehingga cukup tertunda (di hari itu). Sementara, di hari yang kosong tanpa apa-apa, aku bisa mengerjakannya lebih optimal. Aku paling ga suka apabila 2 acara bertabrakan sehingga aku tidak bisa mengikuti salah satunya, contohnya adalah pertemuan antar gereja, dengan kegiatan Gambung kemarin.

Meskipun bertabrakan, di tengah kekacauan, aku bisa menemukan strategi, sehingga aku bisa menjalani keduanya dengan tenang, lancar, dan sistematis. Setelah pulang dari Gambung, aku langsung mengerjakan rutinitas 2/3 (kecuali atomic essay karena memakan waktu cukup panjang), istirahat, lalu lanjut mengikuti kegiatan gereja secara poll-poll-an hingga pukul 09.00. Capek? Tentu. Tetapi produktif dan 100% selesai, di waktu yang sudah kurencanakan. Setelah beres, aku langsung tidur dengan nyaman (tanpa beban) karena hari tersebut sangat melelahkan dan menantang secara fisik dan mental.

Entah kenapa aku masih belum mengerjakan atomic essay hari itu hingga hari ini. Kadang orang lain kurang bisa mengerti alasan pribadiku, mengapa? Aku menganggap kegiatanku yang lain lebih penting daripada rutinitas tersebut (menjadi prioritas), sehingga belum dikerjakan. Orang lain belum tentu setuju denganku (prioritas adalah opini pribadi), namun setidaknya, mengerti mengapa aku melakukan hal tersebut. Hari ini atau besok, aku akan selesaikan hutangnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES239: The Scouting of Earth Hour

Pagi hari ini aku ikut serta dalam kegiatan promosi Earth Hour yang diadakan di pendopo, sebagai seorang pengamat. Sejujurnya, kegiatan ini bagiku cukup membosankan karena, target audiens utama komunitas mereka (yang mengadakan) adalah anak-anak. Di awal kegiatan, aku bisa melihat partisipasi adik-…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES238: Move On

Mendekati masa ujian, kehidupan anak-anak SMA di Kelas 12 secara umum menjadi semakin berat, terfokuskan pada ujian, dan terbebani akan masa depan yang berada di depan mereka. Tidak hanya di sekolah luar, di Smipa pun, anak-anak di KPB K12 merasa begitu. Sudah saatnya kita serius dalam menuju tujua…

haegenquinston10
AtomicEssay

AES237: Diriku yang Berbeda

Ketika kita, sebagai seorang individu, bisa peka terhadap lingkungan sekitar, peka terhadap perilaku diri, dan peka terhadap karakter hati diri. Maka kita bisa bilang, ia cukup bisa 'mengenal' dan melihat diri sendiri, melalui proses refleksi. Walau begitu, seseorang tidak bisa mengenal dirinya sen…

haegenquinston20